Penyebab kematian kedua terbesar pada wanita di Indonesia setelah kanker leher rahim (kanker serviks) adalah kanker payudara. Menurut data dari Rumah Sakit Kanker Dharmais (2009) terdapat 126 kasus kanker payudara dari tiap 100.000 populasi wanita.
Sebenarnya, pengidap kanker payudara bisa sembuh. Risiko kematian pun bisa diminimalisir, jika kanker terdeteksi lebih cepat. Untuk itu sebagai wanita Anda harus mengetahui gejala-gejala kanker payudara. Segera periksakan diri ke dokter yang tepat jika Anda menemui gejala berikut.
- Benjolan di payudara
Jangan menyepelekan benjolan yang terdapat di payudara sekecil apapun itu. Umumnya, benjolan tidak terasa sakit dan ukurannya hanya sebesar kacang tanah. Tetapi, jika benjolan tersebut merupakan kanker lama-kelamaan ukurannya akan membesar. Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) secara teratur. Jika ada benjolan yang mencurigakan segera periksa ke dokter.
- Perubahan bentuk dan warna pada puting
Jika ada perubahan bentuk atau warna pada puting susu, Anda juga harus lebih waspada. Biasanya pada pasien kanker payudara puting tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah atau kecoklatan. Keadaan kulit pun mengkerut seperti kulit jeruk.
- Keluar darah dari puting
Salah satu gejala kanker payudara adalah keluarnya darah dari puting. Warnanya pun tidak selalu merah bisa juga agak kecoklatan. Untuk itu jika puting mengeluarkan cairan berwarna, segeralah konsultasi ke dokter.
- Pembesaran kelenjar getah bening
Pembesaran atau pembangkakan kelenjar getah bening juga salah satu gejala kanker payudara. Jika Anda menemui pembesaran getah bening di ketiak, bengkak pada lengan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Ingatlah bahwa Anda yang paling tahu keadaan tubuh Anda. Jika ada perubahan dan Anda mencurigainya jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang lebih cepat bisa mengurangi risiko kematian.
Deteksi Kanker Lewat Napas
Studi tentang deteksi kanker terus dikembangkan untuk menekan jumlah penderita. Setelah air liur dan penciuman anjing, kini dikembangkan teknologi untuk mendeteksi kanker lewat napas.
Seperti dikutip dari laman Guardian, sejumlah ilmuwan Technion Israel Institute of Technology, mengembangkan prototipe alat tes napas yang dapat mengidentifikasi empat jenis kanker paling populer: paru-paru, usus besar, payudara, dan prostat.
Mereka melakukan tes terhadap 177 responden yang sebagian sehat dan sisanya menderita satu dari empat jenis kanker tadi. Tes dilakukan untuk melihat apakah alat deteksi napas itu bekerja dengan baik saat digunakan pada responden yang sehat dan sakit.
Hasilnya, sensor elektronik yang ditempel di mulut itu memberitahukan hasil secara akurat. Alat tak memberikan reaksi ketika digunakan pada responden sehat. Namun, bereaksi ketika digunakan pada responden yang sakit sesuai jenis kanker.
"Penelitian menunjukkan bahwa 'hidung elektronik' ini bisa membedakan antara napas yang sehat dan 'ganas', sekaligus mengklasifikasi napas pasien dengan jenis kanker berbeda," kata Professor Abraham Kuten yang memimpin penelitian.
Sensor elektronik itu memiliki nanopartikel emas yang dapat mengendus bahan kimia unik yang dilepas sel kanker ketika tumor mulai tumbuh. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal bulanan British Journal of Cancer.
"Harapannya, alat ini menjadi cara mudah untuk memantau efektivitas pengobatan kanker dan mendeteksi keganasannya." (pet)
Aktivitas Ini Bisa Cegah Kanker Payudara
Temuan pada penelitian yang dilakukan Eropa baru-baru ini memberikan keuntungan pada para ibu rumah tangga. Laporan Epidemiologi dan pencegahan kanker menyatakan, pekerjaan rumah tangga mampu melindungi wanita dari risiko terkena penyakit kanker payudara.
Pada riset yang dilansir laman Genius Beauty, peneliti mengamati 200 ribu wanita dari sembilan negara Eropa selama 6,5 tahun. Mereka menganalisis bagaimana wanita menghabiskan 16-17 jam per minggu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, mencuci dan sejenisnya.
Hasilnya, ternyata aktivitas fisik moderat memberikan manfaat bagi kesehatan wanita lebih baik daripada olahraga intensif di pusat kebugaran.
Temuan menunjukkan, pekerjaan rumah tangga mengurangi risiko kanker payudara sebesar 30 persen pada wanita di usia sebelum menopause. Pada wanita yang telah memasuki masa menopause, pekerjaan rumah tangga mengurangi risiko kanker payudara sebesar 20 persen.
Jadi, lakukan pekerjaan rumah tangga agar tetap sehat!
Riset: Multivitamin Naikkan Risiko Kanker
Perempuan yang mengonsumsi multivitamin tiap hari berpotensi mengidap kanker payudara. Demikian menurut studi yang dilakukan lebih dari sepuluh tahun terhadap 35 ribu perempuan oleh tim peneliti Karolinska Institute, Swedia, yang dimuat dalam jurnal the American Journal of Clinical Nutrition.
Penemuan tersebut mengguncang industri kesehatan Australia yang terus mendesak agar konsumen multivitamin tidak panik. Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa mereka yang secara rutin mengonsumsi pil multivitamin meningkatkan risiko tumbuh tumor hingga 19 persen.
Hasil penelitian ini, seperti dikutip dari laman news.com.au, Minggu 18 April 2010, sangat mengkhawatirkan dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Banyak perempuan justru mengonsumsi multivitamin karena yakin suplemen tersebut bisa mencegah penyakit-penyakit kronis seperti kanker.
Secara biologis, pendapat tersebut dapat dijelaskan demikian. Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral secara signifikan meningkatkan kerapatan atau kepadatan jaringan payudara yang merupakan faktor risiko tinggi pemicu kanker payudara. Asam folat, yang sering terkandung dalam bentuk padat dalam multivitamin, juga mampu meningkatkan pertumbuhan tumor.
Penemuan para peneliti Swedia ini disambut para pakar kesehatan Australia dengan ketertarikan dan kewaspadaan. Kanker payudara merupakan kanker paling umum diidap perempuan di Australia. Lebih dari 12 ribu wanita di Australia mengidap tumor ganas yang menewaskan lebih dari 2.7
00 perempuan tiap tahun. Satu dari sembilan perempuan di “Negeri Kanguru” tersebut akan didiagnosa mengidap penyakit mematikan ini pada usia 85 tahun.
“Hasil dari studi prospektif ini mengungkapkan bahwa penggunaan multivitamin bisa meningkatkan risiko kanker payudara,” kata ketua tim peneliti, Susanna Larrson.
Multivitamin termasuk bisnis besar di Australia. Produsen terkemuka multivitamin, Blackmores, bahkan meraup laba sebesar A$30,6 juta sebelum pajak untuk tahun fiskal tahun lalu. Sejumlah ahli gizi dan diet telah menegaskan bahwa suplemen tidak diperlukan karena tubuh manusia lebih mudah menyerap nutrisi dari makanan dibanding dari suplemen.
Segenggam Kacang Cegah Kanker Payudara
Mengonsumsi segenggam kacang (sekitar 2 ons) setiap minggu bisa menghambat perkembangan sel pemicu kanker payudara. Demikian hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Harvard Amerika Serikat.
Studi yang dilakukan terhadap 30.000 remaja putri itu menunjukkan, konsumsi kacang secara rutin mampu mereduksi pertumbuhan benign breast disease (BBD), penanda tumor payudara.
Para peneliti meminta seluruh responden mengisi kuesioner tentang program diet mereka dengan kacang. Empat tahun kemudian, mereka diminta mengisi kuesioner kembali untuk menganalisa pengaruhnya.
Hasilnya, konsumsi kacang minimal 2 ons per minggu mengurangi risiko penyakit kanker payudara sebesar 36 persen dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi kacang. Demikian pula konsumsi makanan mengandung kadar fiber tinggi (lebih 25 gram) dapat mengurangi risiko mengidap BBD sebesar 25 persen.
Kandungan asam lemak omega-3 dalam kacang memberikan efek antikanker. Sementara makanan mengandung fiber kaya akan vitamin, zinc, dan antioksidan yang bermanfaat untuk melawan kanker.
Sementara penelitian terdahulu mengungkap, ekstrak buah pare (bitter melon) yang banyak tumbuh di negara tropis seperti Indonesia sebagai makanan antikanker yang cukup efektif. Buah berasa pahit itu mengandung zat hijau yang bisa menghentikan reproduksi sel kanker dan mematikannya.
Buah dari Surga Pencegah Kanker
Tahukah Anda bahwa ada buah yang dalam kitab suci agama Islam merupakan buah yang dapat ditemukan di surga? Delima disebutkan sebanyak tiga kali sebagai salah satu buah yang akan ditemukan di surga.
Daun buah delima mengilap dan bertekstur, keras, kasar dan sempit berbentuk tombak. Sementara buahnya berbentuk biji warna pink kemerah-merahan dengan warna bunga yang bervariasi.
Dimuat dalam Today's Zaman, khasiat delima bagi kesehatan sangat luas. Buahnya merupakan sumber natrium, mengandung riboflavin, thiamine, niacin, vitamin C, kalsium dan fosfor. Dalam berbagai penelitian, kandungan dalam buah delima mampu menghambat dan mematikan sel-sel kanker dan beberapa penyakit kronis lainnya.
Sebuah studi tim dari California menemukan bahwa buah delima kaya ellagitannin, sejenis bahan kimia yang menahan produksi enzim aromatase. Enzim ini yang berperan memicu pertumbuhan sel tumor dan kanker payudara.
Di banyak negara Timur Tengah, delima jamak digunakan untuk membuat jelly, saus dan sirup dalam berbagai hidangan makanan dan minuman tradisional. (pet)
Minyak Ikan Kurangi Risiko Kanker Payudara
Suplemen minyak ikan tak hanya bagus untuk maksimalkan tumbuh kembang anak. Minyak ikan juga berperan mengurangi risiko kanker payudara pada wanita dewasa.
Seperti dikutip dari laman Daily Mail, penelitian Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle mengungkap, konsumsi minyak ikan secara teratur dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga sepertiga.
Penelitian terhadap 35.000 wanita menemukan bahwa mereka yang secara teratur mengonsumsi suplemen minyak ikan memiliki risiko 32 persen lebih rendah terserang penyakit ini. Kandungan asam lemak omega 3 di dalamnya bermanfaat mengurangi pengembangan tumor di lapisan payudara.
Jenis tumor yang tumbuh dalam sel-sel yang melapisi saluran payudara itu, 80 persen menjadi penyebab dari 45.000 kasus kanker payudara yang didiagnosa di Britania setiap tahunnya.
Dr Emily White, yang memimpin penelitian mengatakan, "Mungkin jumlah asam lemak omega-3 dalam suplemen minyak ikan lebih tinggi daripada asam lemak omega 3 dari makanan lain.” UK Food Standards Agency menyarankanmengonsumsi minyak ikan setidaknya satu porsi minyak ikan seminggu.
Selama ini, minyak ikan dikenal manfaatnya bagi kesehatan dan peningkatan kualitas otak. Dan, baru kali ini minyak ikan dihubungkan dengan kemungkinan penurunan kasus kanker payudara. "Hal ini sangat jarang terjadi, studi tunggal ini harus digunakan sebagai acuan studi yang lebih komprehensif," Edward Giovannucci, profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health, menambahkan.
Aborsi Tingkatkan Risiko Kanker Payudara
Tindakan aborsi dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara di kemudian hari. Wanita yang melakukan aborsi tiga kali lebih rentan terkena kanker payudara daripada wanita yang tak pernah melakukannya.
Sebuah tim periset dari University of Colombo di Sri Lanka meneliti bagaimana menyusui mampu melindungi wanita dari penyakit mematikan itu. Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, kesimpulan penelitian itu menemukan faktor risiko tertinggi penyebab kanker payudara adalah aborsi.
Sementara saat wanita memasuki masa menopause dicatat sebagai faktor mempengaruhi terjadinya kanker payudara. Sebab lain adalah kebiasaan merokok.
Studi ini adalah studi keempat yang menunjukkan hubungan antara aborsi dan kanker payudara dalam 14 bulan terakhir ini. Penelitian sebelumnya dilakukan di Cina, Turki dan Amerika Serikat melaporkan hasil yang sama. Meskipun dalam beberapa kasus hubungan sebab-akibat ini masih diperdebatkan.(np)
sumber : vivanews
Baca Selengkapnya »»
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Senin, 13 September 2010
10 Jenis Kanker
Sejauh ini ada sekitar 100 tipe kanker yang dikategorikan sebagai pertumbuhan sel yang tak normal, seperti dkutip dari livescience.com, 11 September 2010. Selain jenisnya yang banyak, penyebabnya pun berbeda di setiap individu.
Bagaimana sel kanker muncul dan tumbuh sampai saat ini tak dapat dipastikan dan beberapa kasus malah misterius. Dalam beberapa kasus, sel kanker bisa bersembunyi pasca-treatment. Sekitar US$200 miliar telah digunakan untuk penelitian kanker sejak tahun 1970-an.
Berikut ini 10 jenis kanker paling mematikan dan membunuh paling banyak warga Amerika Serikat dari 2003-2007, berdasarkan National Cancer Institute (NCI).
1. Kanker Paru-paru Lung and bronchial cancer: 792,495 lives
Ini adalah kanker paling top dalam membunuh warga Amerika Serikat. Produk rokok adalah penyebab utama. Kanker ini menyerang rata-rata usia 55 and 65 tahun, menurut NCI.
Ada dua jenis tipe kanker ini, kanker sel kecil paru-paru dan non-sel kecil. Jenis terakhir ini paling banyak dijumpai, sementara sel kecil adalah tipe yang paling cepat menyebar. Lebih dari 157.000 orang diperkirakan meninggal karena kanker ini tahun 2010.
2. Kanker Usus Besar dan Rektum
Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa inci terakhir dari usus besar dekat anus, menurut NCI. Kebanyakan kasus diawali dari gumpalan kecil, sel jinak disebut polip yang dari waktu ke waktu menjadi kanker. Skrining dianjurkan untuk menemukan polip sebelum menjadi kanker, menurut Mayo Clinic. Jenis kanker ini diperkirakan akan membunuh lebih dari 51.000 orang pada 2010.
3. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kanker kedua yang paling umum ditemukan pada wanita di Amerika Serikat, setelah kanker kulit. Namun, sel ini juga ditemukan pada pria. Hampir ada 2.000 kasus pria antara 2003 dan 2008.
Kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang membawa susu ke puting susu atau kelenjar yang menghasilkan susu pada wanita. NCI menduga kanker jenis ini akan membunuh 40.000 tahun 2010.
4. Kanker Pankreas
Kanker pankreas dimulai di jaringan pankreas, yang membantu pencernaan dan regulasi metabolisme. Deteksi dan intervensi awal sel kanker ini sulit karena seringkali kasusnya progresif, diam-diam dan cepat, menurut Mayo Clinic. Diperkirakan kanker ini akan membunuh 37.000 warga AS pada tahun 2010, menurut NCI.
5. Kanker Prostat
Jenis ini merupakan penyebab kedua kematian karena kanker pada pria setelah kanker paru-paru dan bronkial, menurut NCI. kanker prostat biasanya mulai tumbuh perlahan-lahan di kelenjar prostat, yang memproduksi air mani untuk mengangkut sperma. Beberapa jenis masih terbatas pada kelenjar, dan lebih mudah untuk mengobati, tetapi yang lain lebih agresif dan cepat menyebar, menurut Mayo Clinic. Kanker prostat diharapkan untuk membunuh sekitar 32.000 orang pada tahun 2010, menurut NCI.
6. Leukemia
Ada beberapa jenis kanker ini, namun semua berefek pada jaringan pembentuk sel darah dalam tubuh, seperti tulang belakang dan sistem limfatik. Akibatnya, tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Klasifikasi jenis sel kanker ini berdasarkan seberapa cepat sel tumbuh dan jaringan mana yang diserang. Tipe leukemia akut myelogenous membunuh orang yang paling banyak di Amerika, yakni 41.714 jiwa antara 2003 dan 2007. Hampir 22.000 orang diperkirakan akan meninggal karena leukemia pada 2010.
7. Non-Hodgkin: 104.407 jiwa
Kanker ini mempengaruhi limfosit, sejenis sel darah putih, dan ditandai oleh kelenjar getah bening yang lebih besar, demam dan penurunan berat badan. Ada beberapa jenis limfoma non-Hodgkin, dan mereka dikategorikan dari seberapa cepat pertumbuhan sel dan jaringan mana yang diserang. Sekitar 20.000 jiwa akan berakhir hidupnya tahun 2010.
8. Hati dan Kanker Saluran Empedu
Kanker hati adalah salah satu jenis kanker umum di dunia, tetapi jarang ditemukan Amerika Serikat, menurut Mayo Clinic. Namun, angka penderita di Amerika meningkat. Sebagian besar kanker hati yang terjadi di AS dimulai di tempat lain dan kemudian menyebar ke hati. Terdekat adalah kanker saluran empedu, yang terjadi di saluran yang membawa empedu dari hati ke usus kecil. Sekitar 19.000 orang Amerika kemungkinan meninggal karena dua kanker ini.
9. Kanker ovarium
Kanker ovarium berada di nomor urut 4 penyebab kematian kanker pada wanita antara tahun 2003 dan 2007, menurut NCI. Usia rata-rata perempuan didiagnosis dengan itu adalah 63. Kanker ini lebih mudah untuk diobati tapi dideteksi di tahap awal. Namun, penelitian terbaru membawa secercah cahaya untuk deteksi gejala awal. Ini dapat membantu diagnosis, menurut Mayo Clinic.
Gejala-gejala termasuk ketidaknyamanan perut, desakan untuk buang air kecil dan nyeri panggul. Hampir 14.000 wanita diperkirakan meninggal akibat kanker ovarium pada tahun 2010
10. Esophageal cancer: 66,659 lives (Kanker Kerongkongan)
Kanker ini berawal di sel yang melapisi esofagus (tabung yang membawa makanan dari kerongkongan ke perut) dan biasanya terjadi di bagian bawah kerongkongan, menurut Mayo Clinic. Kanker ini lebih menyerang laki-laki daripada perempuan Amerika antara 2003 dan 2007. Tahun ini kanker kerongkongan akan membunuh 14.500.
sumber : vivanews Baca Selengkapnya »»
Bagaimana sel kanker muncul dan tumbuh sampai saat ini tak dapat dipastikan dan beberapa kasus malah misterius. Dalam beberapa kasus, sel kanker bisa bersembunyi pasca-treatment. Sekitar US$200 miliar telah digunakan untuk penelitian kanker sejak tahun 1970-an.
Berikut ini 10 jenis kanker paling mematikan dan membunuh paling banyak warga Amerika Serikat dari 2003-2007, berdasarkan National Cancer Institute (NCI).
1. Kanker Paru-paru Lung and bronchial cancer: 792,495 lives
Ini adalah kanker paling top dalam membunuh warga Amerika Serikat. Produk rokok adalah penyebab utama. Kanker ini menyerang rata-rata usia 55 and 65 tahun, menurut NCI.
Ada dua jenis tipe kanker ini, kanker sel kecil paru-paru dan non-sel kecil. Jenis terakhir ini paling banyak dijumpai, sementara sel kecil adalah tipe yang paling cepat menyebar. Lebih dari 157.000 orang diperkirakan meninggal karena kanker ini tahun 2010.
2. Kanker Usus Besar dan Rektum
Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa inci terakhir dari usus besar dekat anus, menurut NCI. Kebanyakan kasus diawali dari gumpalan kecil, sel jinak disebut polip yang dari waktu ke waktu menjadi kanker. Skrining dianjurkan untuk menemukan polip sebelum menjadi kanker, menurut Mayo Clinic. Jenis kanker ini diperkirakan akan membunuh lebih dari 51.000 orang pada 2010.
3. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kanker kedua yang paling umum ditemukan pada wanita di Amerika Serikat, setelah kanker kulit. Namun, sel ini juga ditemukan pada pria. Hampir ada 2.000 kasus pria antara 2003 dan 2008.
Kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang membawa susu ke puting susu atau kelenjar yang menghasilkan susu pada wanita. NCI menduga kanker jenis ini akan membunuh 40.000 tahun 2010.
4. Kanker Pankreas
Kanker pankreas dimulai di jaringan pankreas, yang membantu pencernaan dan regulasi metabolisme. Deteksi dan intervensi awal sel kanker ini sulit karena seringkali kasusnya progresif, diam-diam dan cepat, menurut Mayo Clinic. Diperkirakan kanker ini akan membunuh 37.000 warga AS pada tahun 2010, menurut NCI.
5. Kanker Prostat
Jenis ini merupakan penyebab kedua kematian karena kanker pada pria setelah kanker paru-paru dan bronkial, menurut NCI. kanker prostat biasanya mulai tumbuh perlahan-lahan di kelenjar prostat, yang memproduksi air mani untuk mengangkut sperma. Beberapa jenis masih terbatas pada kelenjar, dan lebih mudah untuk mengobati, tetapi yang lain lebih agresif dan cepat menyebar, menurut Mayo Clinic. Kanker prostat diharapkan untuk membunuh sekitar 32.000 orang pada tahun 2010, menurut NCI.
6. Leukemia
Ada beberapa jenis kanker ini, namun semua berefek pada jaringan pembentuk sel darah dalam tubuh, seperti tulang belakang dan sistem limfatik. Akibatnya, tubuh memproduksi sel darah putih secara berlebihan. Klasifikasi jenis sel kanker ini berdasarkan seberapa cepat sel tumbuh dan jaringan mana yang diserang. Tipe leukemia akut myelogenous membunuh orang yang paling banyak di Amerika, yakni 41.714 jiwa antara 2003 dan 2007. Hampir 22.000 orang diperkirakan akan meninggal karena leukemia pada 2010.
7. Non-Hodgkin: 104.407 jiwa
Kanker ini mempengaruhi limfosit, sejenis sel darah putih, dan ditandai oleh kelenjar getah bening yang lebih besar, demam dan penurunan berat badan. Ada beberapa jenis limfoma non-Hodgkin, dan mereka dikategorikan dari seberapa cepat pertumbuhan sel dan jaringan mana yang diserang. Sekitar 20.000 jiwa akan berakhir hidupnya tahun 2010.
8. Hati dan Kanker Saluran Empedu
Kanker hati adalah salah satu jenis kanker umum di dunia, tetapi jarang ditemukan Amerika Serikat, menurut Mayo Clinic. Namun, angka penderita di Amerika meningkat. Sebagian besar kanker hati yang terjadi di AS dimulai di tempat lain dan kemudian menyebar ke hati. Terdekat adalah kanker saluran empedu, yang terjadi di saluran yang membawa empedu dari hati ke usus kecil. Sekitar 19.000 orang Amerika kemungkinan meninggal karena dua kanker ini.
9. Kanker ovarium
Kanker ovarium berada di nomor urut 4 penyebab kematian kanker pada wanita antara tahun 2003 dan 2007, menurut NCI. Usia rata-rata perempuan didiagnosis dengan itu adalah 63. Kanker ini lebih mudah untuk diobati tapi dideteksi di tahap awal. Namun, penelitian terbaru membawa secercah cahaya untuk deteksi gejala awal. Ini dapat membantu diagnosis, menurut Mayo Clinic.
Gejala-gejala termasuk ketidaknyamanan perut, desakan untuk buang air kecil dan nyeri panggul. Hampir 14.000 wanita diperkirakan meninggal akibat kanker ovarium pada tahun 2010
10. Esophageal cancer: 66,659 lives (Kanker Kerongkongan)
Kanker ini berawal di sel yang melapisi esofagus (tabung yang membawa makanan dari kerongkongan ke perut) dan biasanya terjadi di bagian bawah kerongkongan, menurut Mayo Clinic. Kanker ini lebih menyerang laki-laki daripada perempuan Amerika antara 2003 dan 2007. Tahun ini kanker kerongkongan akan membunuh 14.500.
sumber : vivanews Baca Selengkapnya »»
Sabtu, 11 September 2010
Delapan tanda Gejala Kanker
Sebuah tim ilmuwan mengatakan mereka telah mengidentifikasi tanda-tanda peringatan awal munculnya kanker yang dapat membantu untuk mendeteksi keberadaan penyakit itu sebelum terlanjur menyebar.
Peneliti dari Inggris, seperti dikutip Telegraph, mengatakan ada delapan gejala dianggap akurat dapat memprediksi risiko kanker berbagai kelompok usia. Mereka menyatakan temuan yang telah dipublikasikan dalam British Journal of General Practice itu harus segera diperiksakan ke dokter spesialis kanker, terkecuali ada penjelasan lain yang menyebabkannya.
"Jika orang menyadari bahwa ini adalah hal-hal yang membahayakan, jangan disepelekan,” kata Dr. Gregory Cooper dari Irlandia Cancer Center di University Hospitals Case Medical Center. "Selalu periksakan diri, karena kanker dapar dideteksi sebelum menyebar terlalu jauh.” Keberhasilan untuk mendeteksi kanker secara dini dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup secara amat signifikan.
Berikut delapan gejala kanker yang diidentifikasi oleh Mark Shapley dan teman-teman penelitinya dari Universitas Keele:
1. Benjolan payudara (mungkin gejala kanker payudara)
2. Pendarahan rektum (menunjukkan kanker usus besar, terutama pada orang tua)
3. Darah di air seni (tanda kanker yang terkait urologi)
4. Batuk darah (mungkin gejala kanker paru-paru)
5. Kesulitan menelan (gejala dari kanker esofagus)
6. Anemia dan kekurangan zat besi (tanda kemungkinan kanker usus)
7. Pendarahan setelah menopause (kemungkinan gejala kanker organ reproduksi wanita)
8. Hasil uji rektal yang menunjukkan tanda-tanda sel kanker (gejala potensi kanker prostat)
"Penting untuk segera mengenali gejala 'red-flag' ini gejalanya sebagai peringatan agar Anda waspada. Dan segera periksakan diri lebih terperinci ke rumah sakit untuk memastikannya,” kata Amanda Howe dari U.K.'s Royal College.
Cooper sendiri pernah membuat sebuah daftar dari berbagai gejala kanker. Tapi simtom-simtom yang diidentifikasinya itu sedikit berbeda dengan kesimpulan Shapley. Cooper lebih memfokuskannya pada gejala kanker umum dan pertanda kanker yang belum pernah dideteksi (seperti anemia) dan tanda-tanda peringatan umum tentang berbagai jenis kanker, seperti melorotnya berat badan tanpa sebab dan hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba.
"Penting bagi dunia penelitian kanker untuk mengenali dan mengecek gejala dan tanda-tanda 'red-flag' ini dan makin menekankan pentingnya pasian untuk mendiskusikan berbagai simtom dengan dokter mereka," kata Amanda Howe, Sekretaris Kehormatan Royal College of General Practioners, Inggris, kepada Telegraph.
Shapley menyatakan mereka menyimpulkan delapan gejala terpenting kanker ini setelah menganalisis 25 studi dari Inggris, AS, Australia, Jerman, Denmark, Belgia, dan Belanda.
Dr. Kevin Barraclough, dokter umum di Inggris, menulis dalam editorial yang dipublikasikan bersama hasil studi itu bahwa sejumlah simtom akan jadi pertanda adanya kanker pada kelompok umur dan jenis kelamin tertentu ketimbang yang lain. Anemia, sebagai contoh, boleh jadi bukan merupakan pertanda kanker usus pada perempuan 21 tahun tapi adalah gejala penting bagi pria berumur 60 tahun.
Menurut Jessica Harris, Humas Pusat Penelitian Kanker di Inggris, kanker biasanya sulit dideteksi karena ada lebih dari 200 jenis dan masing-masing akan menghasilkan gejala yang beragam.
"Studi seperti ini membantu dokter memahami seperti apa simtom yang mengarah pada adanya kanker, dan menolong mereka memutuskan untuk merujuk pasien mereka untuk didiagnosis lebih lanjut oleh dokter spesialis," katanya seperti dikutip Telegraph."Jadi, jika Anda menemui ada sesuatu yang tidak biasa atau perubahan terus-menerus di tubuh Anda, penting untuk segera mengeceknya ke dokter." (vivanews) Baca Selengkapnya »»
Peneliti dari Inggris, seperti dikutip Telegraph, mengatakan ada delapan gejala dianggap akurat dapat memprediksi risiko kanker berbagai kelompok usia. Mereka menyatakan temuan yang telah dipublikasikan dalam British Journal of General Practice itu harus segera diperiksakan ke dokter spesialis kanker, terkecuali ada penjelasan lain yang menyebabkannya.
"Jika orang menyadari bahwa ini adalah hal-hal yang membahayakan, jangan disepelekan,” kata Dr. Gregory Cooper dari Irlandia Cancer Center di University Hospitals Case Medical Center. "Selalu periksakan diri, karena kanker dapar dideteksi sebelum menyebar terlalu jauh.” Keberhasilan untuk mendeteksi kanker secara dini dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup secara amat signifikan.
Berikut delapan gejala kanker yang diidentifikasi oleh Mark Shapley dan teman-teman penelitinya dari Universitas Keele:
1. Benjolan payudara (mungkin gejala kanker payudara)
2. Pendarahan rektum (menunjukkan kanker usus besar, terutama pada orang tua)
3. Darah di air seni (tanda kanker yang terkait urologi)
4. Batuk darah (mungkin gejala kanker paru-paru)
5. Kesulitan menelan (gejala dari kanker esofagus)
6. Anemia dan kekurangan zat besi (tanda kemungkinan kanker usus)
7. Pendarahan setelah menopause (kemungkinan gejala kanker organ reproduksi wanita)
8. Hasil uji rektal yang menunjukkan tanda-tanda sel kanker (gejala potensi kanker prostat)
"Penting untuk segera mengenali gejala 'red-flag' ini gejalanya sebagai peringatan agar Anda waspada. Dan segera periksakan diri lebih terperinci ke rumah sakit untuk memastikannya,” kata Amanda Howe dari U.K.'s Royal College.
Cooper sendiri pernah membuat sebuah daftar dari berbagai gejala kanker. Tapi simtom-simtom yang diidentifikasinya itu sedikit berbeda dengan kesimpulan Shapley. Cooper lebih memfokuskannya pada gejala kanker umum dan pertanda kanker yang belum pernah dideteksi (seperti anemia) dan tanda-tanda peringatan umum tentang berbagai jenis kanker, seperti melorotnya berat badan tanpa sebab dan hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba.
"Penting bagi dunia penelitian kanker untuk mengenali dan mengecek gejala dan tanda-tanda 'red-flag' ini dan makin menekankan pentingnya pasian untuk mendiskusikan berbagai simtom dengan dokter mereka," kata Amanda Howe, Sekretaris Kehormatan Royal College of General Practioners, Inggris, kepada Telegraph.
Shapley menyatakan mereka menyimpulkan delapan gejala terpenting kanker ini setelah menganalisis 25 studi dari Inggris, AS, Australia, Jerman, Denmark, Belgia, dan Belanda.
Dr. Kevin Barraclough, dokter umum di Inggris, menulis dalam editorial yang dipublikasikan bersama hasil studi itu bahwa sejumlah simtom akan jadi pertanda adanya kanker pada kelompok umur dan jenis kelamin tertentu ketimbang yang lain. Anemia, sebagai contoh, boleh jadi bukan merupakan pertanda kanker usus pada perempuan 21 tahun tapi adalah gejala penting bagi pria berumur 60 tahun.
Menurut Jessica Harris, Humas Pusat Penelitian Kanker di Inggris, kanker biasanya sulit dideteksi karena ada lebih dari 200 jenis dan masing-masing akan menghasilkan gejala yang beragam.
"Studi seperti ini membantu dokter memahami seperti apa simtom yang mengarah pada adanya kanker, dan menolong mereka memutuskan untuk merujuk pasien mereka untuk didiagnosis lebih lanjut oleh dokter spesialis," katanya seperti dikutip Telegraph."Jadi, jika Anda menemui ada sesuatu yang tidak biasa atau perubahan terus-menerus di tubuh Anda, penting untuk segera mengeceknya ke dokter." (vivanews) Baca Selengkapnya »»
Langganan:
Postingan (Atom)