- Berpikir sukses, jangan berpikir gagal. dimana ajah anda berada gantilah berpikir gagal dengan berpikir sukses. selalu berkata "saya akan menang" dan "saya akan berhasil" dalam kondisi apapun.
- Ingatkan diri anda secara teratur bahwa anda lebih baik daripada yang anda kira. Orang yang sukses bukanlah orang yang super. Orang yang sukses hanyalah orang biasa yang telah mengembangkan kepercayaan kepada diri sendiri dan apa yang mereka kerjakan.
- Percaya besar. Besar kecilnya keberhasilan anda ditentukan oleh besar - kecilnya kepercayaan anda. Pikirkanlah tujuan - tujuan yang kecil, maka harapkanlah hasil - hasil yang kecil pula. Begitu juga sebaliknya, tujuan yang besar, harapkanlah hasil yang besar.
Semoga bermanfaat....kemajuan bisnis kita tergantung bagaimana kita berpikir tentang bisnis...silahkan tambahkan di komentar.
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Hidup. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Oktober 2010
Mengembangkan Kekuatan Kepercayaan
Kepercayaan merupakan modal besar dalam menjalankan bisnis untuk menjalin kerjasama buat mengembangkan bisnis kita. berikut pedoman yang perlu kita pahami untuk mengembangkan kekuatan kepercayaan :
Minggu, 19 September 2010
Agar Pintar Selalu
Setelah selesai sekolah, atau saat liburan, Anda merasa tidak ada lagi yang mengasah kemampuan berpikir Anda. Tidak perlu khawatir, seperti dilansir dari Yahoo Shine, ternyata cara mudah berikut ini cukup untuk membuat Anda semakin pintar.
1. Bersantai
Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.
2. Buat rencana Riset
rencana riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer 50% lebih rendah. Jangan khawatir jika kalender Anda tidak penuh jadwal menyelamatkan dunia. Merencanakan acara kumpul-kumpul bareng teman (dan melaksanakannya) setiap minggu juga cukup.
3. Berjalan-jalan
Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
4. Buah beri
Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.
5. Belajar hal baru
Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Maka. ambil kelas bahasa Spanyol, belajar menjahit, atau main poker sekarang.
sumber : yahoo.co.id Baca Selengkapnya »»
1. Bersantai
Menurut riset di Institut Teknologi Kalifornia, saat kita bersantai, memori otak kita bekerja dengan lebih baik. Sisihkan beberapa menit setiap harinya untuk menenangkan diri, bahkan bermeditasi.
2. Buat rencana Riset
rencana riset menunjukkan orang yang sering membuat rencana dan menantikan acara di masa mendatang, punya risiko Alzheimer 50% lebih rendah. Jangan khawatir jika kalender Anda tidak penuh jadwal menyelamatkan dunia. Merencanakan acara kumpul-kumpul bareng teman (dan melaksanakannya) setiap minggu juga cukup.
3. Berjalan-jalan
Kadar glukosa yang meningkat, bahkan meski belum masuk level diabetes, bisa menganggu bagian otak yang menyimpan ingatan. Riset dari Universitas Columbia menganjurkan kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan-jalan yang bisa membantu menurunkan kadar gula darah.
4. Buah beri
Buah beri punya senyawa bernama antosianin yang membantu komunikasi antara sel otak dan meningkatkan daya ingat, ujar Robert Krikorian, PhD, profesor pskiatris dan ilmu neuron di Universitas Cincinnati.
5. Belajar hal baru
Sebuah riset di universitas Irvine menemukan stimulasi otak mengurangi efek penuaan pikiran. Maka. ambil kelas bahasa Spanyol, belajar menjahit, atau main poker sekarang.
sumber : yahoo.co.id Baca Selengkapnya »»
Selasa, 14 September 2010
Kerja Keras adalah Bijaksana
Salah satu tradisi yang terdapat dalam masyarakat kita mengatakan bahwa ada kebijaksanaan dan kemuliaan dalam bekerja keras. "Dia adalah seorang pekerja keras" atau "sebenarnya dia itu gesit", dianggap sebagai pujian yang tinggi. Pengertian bahwa "kerja itu sendiri adalah baik" dan bahwa seorang pria dan wanita yang bekerja itu tidak hanya memberikan sumbangan pada rekan - rekan prianya saja, tetapi menjadikannya seorang yang lebih baik dengan kebijaksanaan kegiatan kerjanya, demikian kuat tertanam di dalam benak kita, sehingga banyak yang tidak dapat menangani perasaan - perasaan bersalah dan tidak pantas bila menjadi pengangguran. Bahkan ada yang sampai bertekad mengakhiri kehidupan mereka. Mereka itu bunuh diri. Diantara nilai - nilai dalam masyarakat kita, yang satu ini tidak hampir tertandingi.
Adanya anggapan bahwa setiap kegiatan manusia harus mengikut sertakan seratus persen kebijaksanaan yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya, perlu dipertanyakan. Kerja keras dapat menjadikan beberapa orang berhasil, dapat juga menghancurkan orang - orang lain. Hal ini tergantung pada pribadi dan jenis pekerjaannya. Dari semua yang telah saya baca, saya yakin, akan amanlah untuk beranggapan bahwa hitler seorang pekerja keras. Bila ada kemuliaan di dalam karyanya, saya benar - benar tidak mampu untuk melihatnya. Baca Selengkapnya »»
Adanya anggapan bahwa setiap kegiatan manusia harus mengikut sertakan seratus persen kebijaksanaan yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya, perlu dipertanyakan. Kerja keras dapat menjadikan beberapa orang berhasil, dapat juga menghancurkan orang - orang lain. Hal ini tergantung pada pribadi dan jenis pekerjaannya. Dari semua yang telah saya baca, saya yakin, akan amanlah untuk beranggapan bahwa hitler seorang pekerja keras. Bila ada kemuliaan di dalam karyanya, saya benar - benar tidak mampu untuk melihatnya. Baca Selengkapnya »»
Label:
bisnis,
cara cari kerja,
Inspirasi Hidup,
kerja keras,
peluang usaha
Jabat Tangan Tentukan Panjang Usia Anda
Ayunkan tangan tiga kali, dan tahan dalam dua atau tiga detik saja.
Jabat tangan yang erat berkaitan dengan tingkat harapan hidup yang panjang, demikian menurut penelitian di Inggris.
Para peneliti di Dewan Penelitian Medis Inggris menemukan orang lanjut usia (lansia) yang dapat berjabat tangan yang kuat dan berjalan dengan langkah yang cepat cenderung hidup lebih panjang dibanding orang seusianya yang bergerak lamban. Mereka menemukan dengan mengukur hal-hal sederhana dari kemampuan fisik seperti berjabat tangan, berjalan, bangun dari duduk dan menyeimbangkan diri dengan satu kaki berkaitan dengan panjang umur, bahkan setelah memperhitungkan usia, jenis kelamin dan ukuran tubuh.
Penelitian tersebut yang pertama kali yang memberikan pandangan mendalam dari penelitian yang sudah ada, dengan mengumpulkan data dari 33 penelitian. "Pengukuran ini telah digunakan dalam penelitian berbasis populasi dalam waktu yang lama," kata Rachel Cooper dari Bagian Kesehatan Abadi dan Penuaan dalam Dewan Penelitian Medis. "Pengukuran tersebut bisa menjadi indikator untuk kesehatan berlanjut," tambahnya.
Cooper, yang penelitiannya diedarkan di Jurnal Medis Inggris, mengatakan penelitian lebih mendalam diperlukan untuk mengklarifikasi pengukuran tersebut dapat membantu dokter sebagai alat periksa. "Saya tidak bermaksud untuk kedepannya menjadikan metode tersebut (sebagai) praktek klinis, tetapi ada kemungkinan pengukuran tersebut dapat berguna di masa mendatang," katanya kepada Reuters, Mingu (12/9).
Para peneliti memeriksa 33 hasil riset yang berkaitan dengan puluhan ribu orang, kebanyakan dari mereka berusia di atas 60 tahun tetapi hidup di tengah masyarakat, bukan di rumah sakit atau panti jompo. Dari 14 penelitian yang berhubungan dengan daya cengkram tangan, para peneliti menemukan orang dengan cengkram tangan terkuat cenderung berusia lebih lama dibanding dengan yang cenkramannya lemah.
Angka kematian dalam periode penelitan untuk orang yang berdaya jabat tangan lemah adalah 67 persen lebih tinggi daripada orang dengan daya pegang kuat. Pejalan kaki paling lamban hampir tiga kali berkecenderungan untuk meninggal dalam periode penelitian dibandung pejalan kaki yang gesit.
Orang yang lambat untuk bangun dari duduk memiliki dua kali angka mortalitas lebih tinggi dibanding orang yang lebih cepat. "Orang dalam populasi umum yang memiliki kemampuan fisik tinggi cenderung hidup lebih lama," kata Cooper.
sumber : kompas Baca Selengkapnya »»
Jabat tangan yang erat berkaitan dengan tingkat harapan hidup yang panjang, demikian menurut penelitian di Inggris.
Para peneliti di Dewan Penelitian Medis Inggris menemukan orang lanjut usia (lansia) yang dapat berjabat tangan yang kuat dan berjalan dengan langkah yang cepat cenderung hidup lebih panjang dibanding orang seusianya yang bergerak lamban. Mereka menemukan dengan mengukur hal-hal sederhana dari kemampuan fisik seperti berjabat tangan, berjalan, bangun dari duduk dan menyeimbangkan diri dengan satu kaki berkaitan dengan panjang umur, bahkan setelah memperhitungkan usia, jenis kelamin dan ukuran tubuh.
Penelitian tersebut yang pertama kali yang memberikan pandangan mendalam dari penelitian yang sudah ada, dengan mengumpulkan data dari 33 penelitian. "Pengukuran ini telah digunakan dalam penelitian berbasis populasi dalam waktu yang lama," kata Rachel Cooper dari Bagian Kesehatan Abadi dan Penuaan dalam Dewan Penelitian Medis. "Pengukuran tersebut bisa menjadi indikator untuk kesehatan berlanjut," tambahnya.
Cooper, yang penelitiannya diedarkan di Jurnal Medis Inggris, mengatakan penelitian lebih mendalam diperlukan untuk mengklarifikasi pengukuran tersebut dapat membantu dokter sebagai alat periksa. "Saya tidak bermaksud untuk kedepannya menjadikan metode tersebut (sebagai) praktek klinis, tetapi ada kemungkinan pengukuran tersebut dapat berguna di masa mendatang," katanya kepada Reuters, Mingu (12/9).
Para peneliti memeriksa 33 hasil riset yang berkaitan dengan puluhan ribu orang, kebanyakan dari mereka berusia di atas 60 tahun tetapi hidup di tengah masyarakat, bukan di rumah sakit atau panti jompo. Dari 14 penelitian yang berhubungan dengan daya cengkram tangan, para peneliti menemukan orang dengan cengkram tangan terkuat cenderung berusia lebih lama dibanding dengan yang cenkramannya lemah.
Angka kematian dalam periode penelitan untuk orang yang berdaya jabat tangan lemah adalah 67 persen lebih tinggi daripada orang dengan daya pegang kuat. Pejalan kaki paling lamban hampir tiga kali berkecenderungan untuk meninggal dalam periode penelitian dibandung pejalan kaki yang gesit.
Orang yang lambat untuk bangun dari duduk memiliki dua kali angka mortalitas lebih tinggi dibanding orang yang lebih cepat. "Orang dalam populasi umum yang memiliki kemampuan fisik tinggi cenderung hidup lebih lama," kata Cooper.
sumber : kompas Baca Selengkapnya »»
Sabtu, 11 September 2010
Bagaimana Menambah Pendapatan .... ???
Himpitan beban ekonomi yang semakin besar membuat orang merasa kekurangan dengan penghasilan yang diperolehnya. Berbagai cara dilakukan untuk mencoba bertahan bahkan dengan mencari tambahan penghasilan disamping pekerjaan utama.
Tidak ada yang melarang memang, bahkan saat ini menjadi tren bagi sebagian pegawai untuk mencari pendapatan lainnya. Semua itu sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak melanggar profesionalisme dan tetap mengedepankan pekerjaan utama.
Namun, bagi Anda yang berniat tapi belum tahun bagaimana cara memulainya, mungkin apa yang disampaikan Yani Suryani dalam bukunya 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor yang dikutip okezone kali ini bisa menjadi pembimbing Anda yang berpikir untuk mencari tambahan.
1. Perhatikan Posisi di Pekerjaan Utama
Usahakan sebelum memulai bisnis sampingan, posisi Anda dikantor sudah mapan dan tidak menyita waktu kerja Anda.
2. Tentukan Bidang Usaha yang Akan Dijalani
Anda bisa memilih jenis usaha yang benar-benar baru atau jenis usaha yang memang sudah ada di pasaran. Di sinilah kreatifitas Anda diuji untuk menentukan kesuksesan usaha Anda kelak.
3. Menentukan Lokasi Usaha
Sebelum memulai usaha sebaiknya tentukan terlebih dahulu lokasi usaha yang akan Anda gunakan. Perlu diingat bahwa dalam beberapa jenis usaha, lokasi mempunyai peranan yang penting.
4. Tentukan Pelanggan Anda
Anda harus sudah tahu bagaimana cara Anda mendapatkan pembeli atau klien dari usaha yang Anda jalankan dan bagaimana cara Anda berpromosi.
5. Tentukan Tenaga Kerja yang Anda Butuhkan
Alangkah lebih baik apabila Anda mempekerjakan sedikit tenaga kerja di awal usaha Anda. Ada bagusnya juga jika Anda mempekerjakan anggota keluarga Anda karena secara tidak langsung Anda dapat menanamakan rasa memiliki terhadap usaha ini kepada mereka.
6. Rencanakan Keuangan dengan Matang
Akan lebih baik jika modal yang Anda miliki mampu menutupi kebutuhan pengeluaran usaha selama 12 bulan ke depan, selain itu juga dapat membuat perkiraan arus kas sehingga dalam setahun ke depan Anda akan berada pada posisi aman karena tidak kehabisan uang tunai.
7. Disiplinlah dalam Mengelola Keuangan
Jangan sampai terjadi besar pasak daripada tiang. Hindari melakukan usaha gali lubang tutup lubang!
8. Bersiaplah Menghadapi Risiko yang Mungkin Muncul
Semua pekerjaan pada hakikatnya mempnyai risiko yang harus ditanggung. Jadi bersiaplah dengan segala risiko yang mungkin akan Anda hadapi baik dari pekerjaan Anda maupun dari usaha yang sedang Anda bangun.
9. Disiplinlah dalam Segala Hal
Usahakan untuk selalu menerapkan disiplin dalam hal apa pun disegala aspek.
10. Siap Meluangkan Waktu
Bersiaplah untuk meluangkan waktu dan tetaplah berkomitmen dalam menjalankannya. Jadi, jangan kaget bila nanti Anda akan mengalami rasa capek atau lelah yang lebih dari biasanya. Hal ini wajar saja karena Anda mempunyai dua pekerjaan sekaligus.
Nah, jika Anda sudah siap menerapkan 10 tips di atas, bersiaplah dengan perubahan yang kelak terjadi pada kehidupan Anda. Berbagai kemungkinan saat kesuksesan mulai diraih harus juga dipikirkan.
Seperti tidak harus meninggalkan pekerjaan tetapi tetap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Tapi bisa juga Anda benar-benar melepas status kepegawaian Anda jika ternyata penghasilan dari usaha sampingan Anda melebihi gaji yang Anda terima.
Kalau sudah begini, pilihannya ada ditangan Anda. Mau bagaimana? Namun bagi Anda yang ingin memulai usaha, bulatkan tekad Anda untuk memulainya. Baca Selengkapnya »»
Tidak ada yang melarang memang, bahkan saat ini menjadi tren bagi sebagian pegawai untuk mencari pendapatan lainnya. Semua itu sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak melanggar profesionalisme dan tetap mengedepankan pekerjaan utama.
Namun, bagi Anda yang berniat tapi belum tahun bagaimana cara memulainya, mungkin apa yang disampaikan Yani Suryani dalam bukunya 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor yang dikutip okezone kali ini bisa menjadi pembimbing Anda yang berpikir untuk mencari tambahan.
1. Perhatikan Posisi di Pekerjaan Utama
Usahakan sebelum memulai bisnis sampingan, posisi Anda dikantor sudah mapan dan tidak menyita waktu kerja Anda.
2. Tentukan Bidang Usaha yang Akan Dijalani
Anda bisa memilih jenis usaha yang benar-benar baru atau jenis usaha yang memang sudah ada di pasaran. Di sinilah kreatifitas Anda diuji untuk menentukan kesuksesan usaha Anda kelak.
3. Menentukan Lokasi Usaha
Sebelum memulai usaha sebaiknya tentukan terlebih dahulu lokasi usaha yang akan Anda gunakan. Perlu diingat bahwa dalam beberapa jenis usaha, lokasi mempunyai peranan yang penting.
4. Tentukan Pelanggan Anda
Anda harus sudah tahu bagaimana cara Anda mendapatkan pembeli atau klien dari usaha yang Anda jalankan dan bagaimana cara Anda berpromosi.
5. Tentukan Tenaga Kerja yang Anda Butuhkan
Alangkah lebih baik apabila Anda mempekerjakan sedikit tenaga kerja di awal usaha Anda. Ada bagusnya juga jika Anda mempekerjakan anggota keluarga Anda karena secara tidak langsung Anda dapat menanamakan rasa memiliki terhadap usaha ini kepada mereka.
6. Rencanakan Keuangan dengan Matang
Akan lebih baik jika modal yang Anda miliki mampu menutupi kebutuhan pengeluaran usaha selama 12 bulan ke depan, selain itu juga dapat membuat perkiraan arus kas sehingga dalam setahun ke depan Anda akan berada pada posisi aman karena tidak kehabisan uang tunai.
7. Disiplinlah dalam Mengelola Keuangan
Jangan sampai terjadi besar pasak daripada tiang. Hindari melakukan usaha gali lubang tutup lubang!
8. Bersiaplah Menghadapi Risiko yang Mungkin Muncul
Semua pekerjaan pada hakikatnya mempnyai risiko yang harus ditanggung. Jadi bersiaplah dengan segala risiko yang mungkin akan Anda hadapi baik dari pekerjaan Anda maupun dari usaha yang sedang Anda bangun.
9. Disiplinlah dalam Segala Hal
Usahakan untuk selalu menerapkan disiplin dalam hal apa pun disegala aspek.
10. Siap Meluangkan Waktu
Bersiaplah untuk meluangkan waktu dan tetaplah berkomitmen dalam menjalankannya. Jadi, jangan kaget bila nanti Anda akan mengalami rasa capek atau lelah yang lebih dari biasanya. Hal ini wajar saja karena Anda mempunyai dua pekerjaan sekaligus.
Nah, jika Anda sudah siap menerapkan 10 tips di atas, bersiaplah dengan perubahan yang kelak terjadi pada kehidupan Anda. Berbagai kemungkinan saat kesuksesan mulai diraih harus juga dipikirkan.
Seperti tidak harus meninggalkan pekerjaan tetapi tetap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Tapi bisa juga Anda benar-benar melepas status kepegawaian Anda jika ternyata penghasilan dari usaha sampingan Anda melebihi gaji yang Anda terima.
Kalau sudah begini, pilihannya ada ditangan Anda. Mau bagaimana? Namun bagi Anda yang ingin memulai usaha, bulatkan tekad Anda untuk memulainya. Baca Selengkapnya »»
Bohong, Kebiasaan ??
KITA semua melakukannya, sering kali tanpa berpikir tentang hal ini, dan kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Padahal, kebohongan yang putih sekalipun, merupakan sesuatu hal yang buruk dalam kehidupan kita.
Menurut Psikoterapis Brad Blanton, banyak pelopor berbicara tentang “gerakan radikal kejujuran”, seseorang yang berbicara jujur merupakan fondasi penting bagi kesehatan psikologis. Dan menjadi orang yang benar-benar jujur, dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Demikian yang dinukil dari Daily Mail.
Dengan berbohong, seseorang percaya, meninggalkan “noda emosional” pada hubungan personal. Alih-alih menyembunyikan kebenaran, kita harus berkonsentrasi kepada bagaimana cara menyatakan “setiap pikiran dan emosi yang mendasari”, bahkan kemarahan, kebencian, dan kebohongan yang palsu.
Tapi bagaimana hal itu disebut layak untuk menjalani kehidupan yang tak kenal kompromi kebenaran? Aku mulai berpikir tentang kebenaran dan kebohongan selama tinggal dengan teman-teman beberapa waktu lalu. Suatu malam, suami sahabatku sedang menonton politikus di siaran berita yang menyangkal ia telah berbohong tentang beberapa skandal atau lainnya.
Tiba-tiba dia berdiri, berteriak-teriak di televisi dan marah. "Liar, Liar (bohong, bohong)!", teriaknya, menyebabkan warna kulitnya berubah menjadi warna yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Aku sangat terkesan dengan integritasnya. Namun, satu jam kemudian, terdengar panggilan telepon dari seorang teman yang tinggal di dekatnya. Orang ini bukan orang yang sangat kami sukai, tapi ia mengundang kami untuk makan malam.
Dengan suara halus seperti sutra, suami temanku berkata, "Oh, kami ingin sekali, tapi kita punya tiket untuk pergi ke teater."
Aku begitu kagum. Karena kami belum pernah melihatnya begitu. Dia berbohong. Satu menit sebelumnya, dia melompat naik dan turun saat marah dengan perlakuan orang lain yang sedang berbohong, tapi dia pun melakukannya sendiri.
Episode ini menyebabkan saya berpikir, dan akhirnya menulis sebuah novel, tentang cara kita berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Pahlawanku, Nina, seorang ibu yang biasa dan menikah dengan seorang suami yang baik memiliki kehidupan yang menyenangkan, dan memutuskan untuk mengatakan kebenaran selama sepekan, dengan hasil yang beragam.
Sebelum aku mulai menulis, aku pikir aku harus menempatkan kejujuran yang radikal untuk menguji diri dan berusaha hidup sepekan tanpa kebohongan. Tentu saja, aku gagal pada hari pertama. Sebab, terlalu mudah untuk berbohong.
Aku bilang, aku melakukan sesuatu yang lain ketika diundang keluar, karena aku tidak ingin pergi, dan itu lebih mudah dilakukan untuk berpura-pura sibuk. Dan di sanalah aku, berubah dari seorang wanita jujur, lalu satu menit kemudian menjadi pembohong.
Hal yang akan lebih merusak persahabatan adalah, mengatakan suatu kebohongan dan menghindari konfrontasi atau memberitahu terus terang kepada sahabat kita bahwa aku tidak suka perusahaannya.
Menurut ilmuwan sosial Bella DePaulo, penulis "Behind The Door Of Deceit", kita mengalami suatu “denyut penderitaan” setiap kali berbohong, yang meninggalkan suatu “noda emosional” pada hubungan personal.
Menurut Prof DePaulo, kebanyakan orang berbohong minimal sekali dalam sehari. Dia menyebut mereka dengan “kebohongan kecil yang manis”. Lalu ada semakin besar kebohongan yang membuat diri kita tampak lebih menarik, lebih cantik, lebih muda. Ketika aku melakukan kencan di internet, aku menemukan banyak sekali kebohongan penampilan fisik.
Aku bertemu banyak orang yang tampaknya telah berpasangan daripada sosok lajang. Dan beberapa dari mereka memiliki rambut yang begitu tertata rapi saat difoto, namun secara ajaib berubah saat ngobrol dalam waktu semalam.
Aku berharap mereka memandangku dengan cara yang sama. Mereka diharapkan bertubuh “ramping”, tapi kenyataannya mereka punya ukuran 12 atau 14. Dan mengungkapkan yang sebaliknya.
Meski pria berbeda dari perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Virginia menunjukkan, bahwa pada malam hari, laki-laki cenderung mengatakan sekitar delapan kebohongan. Dan, semua tentang membuat diri mereka terlihat lebih baik.
Perempuan, dalam kelompok yang sama, cenderung memberitahu segala sesuatu dengan berbohong di sekitar, atau kepada orang-orang terdekat mereka.
Seberapa sering Anda menemukan orang melakukan pertemuan dengan orang lain dan mengagumi pakaian yang dikenakannya secara langsung? Jarang! Sedangkan seorang wanita sering bertemu wanita lain dan mengatakan sesuatu dengan berkata yang sebaliknya.
Guru Self-Help Dorothy Rowe menunjukkan, bahwa menghibur diri kita sendiri dengan kebohongan, berarti kita tidak pernah menghadapi realitas hidup, baik yang menyenangkan atau tidak.
Kebenaran, kadang-kadang membuat hidup terasa kejam dan menghancurkan dunia Anda. Tapi tanpa kebohongan, kita semua akan duduk dalam gelap dengan tirai tertutup dan berharap dunia akan pergi.
Namun sayang, masih banyak orang yang merasa kebohongan lebih menyenangkan daripada kejujuran. Jadi, ini pilihan Anda. Silakan memilih tetap menjadi pembohong atau berusaha menjadi sosok yang jujur. (Okezone) Baca Selengkapnya »»
Menurut Psikoterapis Brad Blanton, banyak pelopor berbicara tentang “gerakan radikal kejujuran”, seseorang yang berbicara jujur merupakan fondasi penting bagi kesehatan psikologis. Dan menjadi orang yang benar-benar jujur, dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Demikian yang dinukil dari Daily Mail.
Dengan berbohong, seseorang percaya, meninggalkan “noda emosional” pada hubungan personal. Alih-alih menyembunyikan kebenaran, kita harus berkonsentrasi kepada bagaimana cara menyatakan “setiap pikiran dan emosi yang mendasari”, bahkan kemarahan, kebencian, dan kebohongan yang palsu.
Tapi bagaimana hal itu disebut layak untuk menjalani kehidupan yang tak kenal kompromi kebenaran? Aku mulai berpikir tentang kebenaran dan kebohongan selama tinggal dengan teman-teman beberapa waktu lalu. Suatu malam, suami sahabatku sedang menonton politikus di siaran berita yang menyangkal ia telah berbohong tentang beberapa skandal atau lainnya.
Tiba-tiba dia berdiri, berteriak-teriak di televisi dan marah. "Liar, Liar (bohong, bohong)!", teriaknya, menyebabkan warna kulitnya berubah menjadi warna yang belum pernah kulihat sebelumnya.
Aku sangat terkesan dengan integritasnya. Namun, satu jam kemudian, terdengar panggilan telepon dari seorang teman yang tinggal di dekatnya. Orang ini bukan orang yang sangat kami sukai, tapi ia mengundang kami untuk makan malam.
Dengan suara halus seperti sutra, suami temanku berkata, "Oh, kami ingin sekali, tapi kita punya tiket untuk pergi ke teater."
Aku begitu kagum. Karena kami belum pernah melihatnya begitu. Dia berbohong. Satu menit sebelumnya, dia melompat naik dan turun saat marah dengan perlakuan orang lain yang sedang berbohong, tapi dia pun melakukannya sendiri.
Episode ini menyebabkan saya berpikir, dan akhirnya menulis sebuah novel, tentang cara kita berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Pahlawanku, Nina, seorang ibu yang biasa dan menikah dengan seorang suami yang baik memiliki kehidupan yang menyenangkan, dan memutuskan untuk mengatakan kebenaran selama sepekan, dengan hasil yang beragam.
Sebelum aku mulai menulis, aku pikir aku harus menempatkan kejujuran yang radikal untuk menguji diri dan berusaha hidup sepekan tanpa kebohongan. Tentu saja, aku gagal pada hari pertama. Sebab, terlalu mudah untuk berbohong.
Aku bilang, aku melakukan sesuatu yang lain ketika diundang keluar, karena aku tidak ingin pergi, dan itu lebih mudah dilakukan untuk berpura-pura sibuk. Dan di sanalah aku, berubah dari seorang wanita jujur, lalu satu menit kemudian menjadi pembohong.
Hal yang akan lebih merusak persahabatan adalah, mengatakan suatu kebohongan dan menghindari konfrontasi atau memberitahu terus terang kepada sahabat kita bahwa aku tidak suka perusahaannya.
Menurut ilmuwan sosial Bella DePaulo, penulis "Behind The Door Of Deceit", kita mengalami suatu “denyut penderitaan” setiap kali berbohong, yang meninggalkan suatu “noda emosional” pada hubungan personal.
Menurut Prof DePaulo, kebanyakan orang berbohong minimal sekali dalam sehari. Dia menyebut mereka dengan “kebohongan kecil yang manis”. Lalu ada semakin besar kebohongan yang membuat diri kita tampak lebih menarik, lebih cantik, lebih muda. Ketika aku melakukan kencan di internet, aku menemukan banyak sekali kebohongan penampilan fisik.
Aku bertemu banyak orang yang tampaknya telah berpasangan daripada sosok lajang. Dan beberapa dari mereka memiliki rambut yang begitu tertata rapi saat difoto, namun secara ajaib berubah saat ngobrol dalam waktu semalam.
Aku berharap mereka memandangku dengan cara yang sama. Mereka diharapkan bertubuh “ramping”, tapi kenyataannya mereka punya ukuran 12 atau 14. Dan mengungkapkan yang sebaliknya.
Meski pria berbeda dari perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Virginia menunjukkan, bahwa pada malam hari, laki-laki cenderung mengatakan sekitar delapan kebohongan. Dan, semua tentang membuat diri mereka terlihat lebih baik.
Perempuan, dalam kelompok yang sama, cenderung memberitahu segala sesuatu dengan berbohong di sekitar, atau kepada orang-orang terdekat mereka.
Seberapa sering Anda menemukan orang melakukan pertemuan dengan orang lain dan mengagumi pakaian yang dikenakannya secara langsung? Jarang! Sedangkan seorang wanita sering bertemu wanita lain dan mengatakan sesuatu dengan berkata yang sebaliknya.
Guru Self-Help Dorothy Rowe menunjukkan, bahwa menghibur diri kita sendiri dengan kebohongan, berarti kita tidak pernah menghadapi realitas hidup, baik yang menyenangkan atau tidak.
Kebenaran, kadang-kadang membuat hidup terasa kejam dan menghancurkan dunia Anda. Tapi tanpa kebohongan, kita semua akan duduk dalam gelap dengan tirai tertutup dan berharap dunia akan pergi.
Namun sayang, masih banyak orang yang merasa kebohongan lebih menyenangkan daripada kejujuran. Jadi, ini pilihan Anda. Silakan memilih tetap menjadi pembohong atau berusaha menjadi sosok yang jujur. (Okezone) Baca Selengkapnya »»
Minggu, 05 September 2010
Dimana Kemampuan Anda....?
Milikilah beberapa kemampuan umum yang seharusnya ada pada diri kita masing - masing, so pelajari beberapa kemampuan di bawah ini :
Communicating is everything from writing report to issuing instructions.
Influencing is that includes persuading, negotiating, and promoting ideas.
Managing is everything to do with managing other people
Problem - Solving is analyzing and drawing conclusions and coming up with solutions.
Creativity is generating ideas, seeing thing in the round having an open mind.
social skill is not just relating to people but having insight, helping others, facilitating
Numerical is figures, statistics, accounts and these day, computers.
Administration is everything from running a tight ship and attention to detail, to thorough project management.
Special skill is here such skills as speaking a foreign language, computer literacy unusual technical skills, etc. Baca Selengkapnya »»
Communicating is everything from writing report to issuing instructions.
Influencing is that includes persuading, negotiating, and promoting ideas.
Managing is everything to do with managing other people
Problem - Solving is analyzing and drawing conclusions and coming up with solutions.
Creativity is generating ideas, seeing thing in the round having an open mind.
social skill is not just relating to people but having insight, helping others, facilitating
Numerical is figures, statistics, accounts and these day, computers.
Administration is everything from running a tight ship and attention to detail, to thorough project management.
Special skill is here such skills as speaking a foreign language, computer literacy unusual technical skills, etc. Baca Selengkapnya »»
Sabtu, 28 Agustus 2010
Pesan dari Nenek kepada Anak, Filosofi Pensil
Sebuah cerita dalam sebuah rumah :
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat: “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti.”
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya,” ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”
“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya” .
“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.”
“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.”
“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”
mari kita teladani sebuah filosofi pensil menjadi inspirasi hidup anda. Baca Selengkapnya »»
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat: “Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? Atau tentang aku?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, “Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti.”
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya,” ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.”
“Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya” .
“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.”
“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.”
“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”
mari kita teladani sebuah filosofi pensil menjadi inspirasi hidup anda. Baca Selengkapnya »»
Langganan:
Postingan (Atom)