Himpitan beban ekonomi yang semakin besar membuat orang merasa kekurangan dengan penghasilan yang diperolehnya. Berbagai cara dilakukan untuk mencoba bertahan bahkan dengan mencari tambahan penghasilan disamping pekerjaan utama.
Tidak ada yang melarang memang, bahkan saat ini menjadi tren bagi sebagian pegawai untuk mencari pendapatan lainnya. Semua itu sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak melanggar profesionalisme dan tetap mengedepankan pekerjaan utama.
Namun, bagi Anda yang berniat tapi belum tahun bagaimana cara memulainya, mungkin apa yang disampaikan Yani Suryani dalam bukunya 20 Usaha Sampingan Sambil Ngantor yang dikutip okezone kali ini bisa menjadi pembimbing Anda yang berpikir untuk mencari tambahan.
1. Perhatikan Posisi di Pekerjaan Utama
Usahakan sebelum memulai bisnis sampingan, posisi Anda dikantor sudah mapan dan tidak menyita waktu kerja Anda.
2. Tentukan Bidang Usaha yang Akan Dijalani
Anda bisa memilih jenis usaha yang benar-benar baru atau jenis usaha yang memang sudah ada di pasaran. Di sinilah kreatifitas Anda diuji untuk menentukan kesuksesan usaha Anda kelak.
3. Menentukan Lokasi Usaha
Sebelum memulai usaha sebaiknya tentukan terlebih dahulu lokasi usaha yang akan Anda gunakan. Perlu diingat bahwa dalam beberapa jenis usaha, lokasi mempunyai peranan yang penting.
4. Tentukan Pelanggan Anda
Anda harus sudah tahu bagaimana cara Anda mendapatkan pembeli atau klien dari usaha yang Anda jalankan dan bagaimana cara Anda berpromosi.
5. Tentukan Tenaga Kerja yang Anda Butuhkan
Alangkah lebih baik apabila Anda mempekerjakan sedikit tenaga kerja di awal usaha Anda. Ada bagusnya juga jika Anda mempekerjakan anggota keluarga Anda karena secara tidak langsung Anda dapat menanamakan rasa memiliki terhadap usaha ini kepada mereka.
6. Rencanakan Keuangan dengan Matang
Akan lebih baik jika modal yang Anda miliki mampu menutupi kebutuhan pengeluaran usaha selama 12 bulan ke depan, selain itu juga dapat membuat perkiraan arus kas sehingga dalam setahun ke depan Anda akan berada pada posisi aman karena tidak kehabisan uang tunai.
7. Disiplinlah dalam Mengelola Keuangan
Jangan sampai terjadi besar pasak daripada tiang. Hindari melakukan usaha gali lubang tutup lubang!
8. Bersiaplah Menghadapi Risiko yang Mungkin Muncul
Semua pekerjaan pada hakikatnya mempnyai risiko yang harus ditanggung. Jadi bersiaplah dengan segala risiko yang mungkin akan Anda hadapi baik dari pekerjaan Anda maupun dari usaha yang sedang Anda bangun.
9. Disiplinlah dalam Segala Hal
Usahakan untuk selalu menerapkan disiplin dalam hal apa pun disegala aspek.
10. Siap Meluangkan Waktu
Bersiaplah untuk meluangkan waktu dan tetaplah berkomitmen dalam menjalankannya. Jadi, jangan kaget bila nanti Anda akan mengalami rasa capek atau lelah yang lebih dari biasanya. Hal ini wajar saja karena Anda mempunyai dua pekerjaan sekaligus.
Nah, jika Anda sudah siap menerapkan 10 tips di atas, bersiaplah dengan perubahan yang kelak terjadi pada kehidupan Anda. Berbagai kemungkinan saat kesuksesan mulai diraih harus juga dipikirkan.
Seperti tidak harus meninggalkan pekerjaan tetapi tetap bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Tapi bisa juga Anda benar-benar melepas status kepegawaian Anda jika ternyata penghasilan dari usaha sampingan Anda melebihi gaji yang Anda terima.
Kalau sudah begini, pilihannya ada ditangan Anda. Mau bagaimana? Namun bagi Anda yang ingin memulai usaha, bulatkan tekad Anda untuk memulainya.
Baca Selengkapnya »»
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label usaha. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 September 2010
Mandi pagi, yuuk ?
Ritual mandi pagi adalah awal yang penting mengawali hari dengan semangat. Saat mandi pagi, tubuh kita yang masih menyisakan lelah setelah tidur semalaman bisa terasa segar dan siap melakukan aktivitas.
Banyak orang enggan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi karena alasan air yang terlalu dingin. Padahal, air dingin tak hanya menyegarkan kulit tapi juga meningkatkan sistem kerja otot sehingga lebih fleksibel dan siap bergerak semangat.
Ada yang tak kuat mandi air dingin dan memilih mandi dengan guyuran air hangat. Mandi air hangat memang nyaman dan membantu kulit tubuh membuka pori-porinya sehingga kotoran bisa luruh bersama sabun saat digosok.
Tapi, air hangat suam-suam kuku justru melemaskan otot dan membuat tubuh relaks. Hal itu kadang bisa membuat kita justru mengantuk. Padahal di pagi hari, kita perlu semangat kerja. Mandi air panas lebih pas untuk relaksasi di malam hari setelah lelah bekerja seharian.
Jadi, mandi dengan air yang bagaimana yang paling pas? Jawabannya adalah memadukan air hangat dan air dingin saat mandi. Menurut para terapis, mandi dengan cara itu baik untuk meningkatkan dan melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
Dan yang lebih baik adalah mandi dengan shower atau pancuran daripada dengan gayung. Saat mandi dengan shower, air yang keluar dari pancuran akan memijat kulit dan tubuh. Hal itu akan menimbulkan efek pijatan yang membuat otot tegang menjadi lemas.
Mulailah mandi dengan air hangat. Tapi, tak perlu terlalu hangat, asalkan cukup membuat otot Anda rileks. Jika terlalu panas, kemudian Anda mandi dengan air dingin, tubuh belum beradaptasi dan hasilnya bisa mengejutkan jantung Anda.
Selama 7-10 hari, Anda bisa meningkatkan temperatur air hangat sekitar 10 derajat. Dengan begitu, akan terjadi perbedaan kontras pada air mandi hangat dan dingin. Namun tubuh telah mengalami penyesuaian diri.
Jika dilakukan secara rutin, cara mandi seperti ini bisa mengatasi kelelahan, dan juga menghilangkan ragal pegal pada otot dan persendian.
Tapi, teknik terapi mandi ini tak disarankan untuk penderita penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa penyakit berat lainnya. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukan terapi mandi air hangat dan dingin.
Efek negatif Bangun Siang
Padahal bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik. Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menekan tombol untuk menghentikan alarm di ponsel atau jam weker saat hari libur. Karena, bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan efek negatif, yaitu.
1. Masalah metabolisme
Jika Anda tidur terlalu lama, tubuh tidak akan berfungsi sesuai ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat.
2. Lesu
Tidur berlebihan akan membuat Anda merasa lesu karena metabolisme Anda masih bekerja dalam 'set' malam hari. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.
3. Kehilangan waktu produktif
Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Anda masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam dengan terburu-buru.
4. Disorientasi
Tidur terlalu lama membuat Anda sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu, karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Anda merasa lapar.
5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Anda tidur terlalu lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Anda ingin tidur lebih lama.
Penyebab Bangun tidur menjadi Lelah
Setelah bangun pagi seharusnya tubuh menjadi segar, karena sudah beristirahat. Tapi, seringkali bukan rasa segar yang didapatkan, tubuh malah terasa lelah. Padahal, waktu tidur sudah cukup antara 7 sampai 9 jam.
Jika Anda termasuk orang yang sering merasa lelah saat bangun tidur, cepat ketahui penyebabnya dan segera atasi. Karena, seseorang yang tidurnya tidak berkualitas akan berdampak pada aktifvtas dan kesehatan tubuhnya.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur, beberapa di antaranya adalah 5 hal berikut ini.
1. Perlengkapan tidur tidak nyaman
Meskipun tidur lebih awal, belum tentu Anda akan merasa cukup tidur karena bisa tiba-tiba sering terbangun. Salah satu penyebabnya adalah perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, selimut, guling dan sprei yang tidak nyaman. Untuk itu, selalu bersihkan perlengkapan tidur sebelum Anda tidur.
Pilih juga perlengkapan tidur yang membuat Anda nyaman, terutama bantal. Bantal yang baik akan menyangga leher dengan benar dan mencegah sakit punggung. Tidak ada salahnya untuk membeli alat tidur yang agak mahal dan berkualitas, karena peralatan tidur tersebut adalah investasi kesehatan Anda.
2. Sering terbangun
Jika Anda sering terbangun malam hari, pasti keesokan harinya kepala akan terasa pusing dan badan merasa lelah. Untuk itu cari penyebab, apa yang membuat Anda sering terbangun. Entah itu berupa pencahayaan, suhu ruangan, suara atau hasrat ke toilet yang tinggi.
Cobalah untuk menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan sebelum Anda tidur. Jika Anda sering ke toilet, jangan terlalu banyak minum dan buang air kecil sebelum tidur.
3. Berat badan
Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga akan sering mengalami rasa lelah saat bangun tidur. Karena setiap saat tubuh mereka selalu bekerja keras, termasuk saat tidur.
Kerja jantung pun cukup keras dan tidak mampu memompa darah secara cepat ke seluruh tubuh. Hal itu membuat energi berkurang dan tubuh merasa lelah. Untuk itu, jika Anda memiliki berat badan kurang proporsional dan selalu merasa lelah termasuk ketika bangun tidur, segera lakukan diet dan berolahraga.
4. Saat datang bulan
Salah satu yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman saat tidur, lemas dan sering terbangun malam hari adalah haid atau datang bulan. Rasa lelah dan lemas saat bangun tidur disebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Untuk itu, menjelang dan saat haid konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam atau mengonsumsi suplemen.
5. Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang membuat kita mengantuk. Tetapi, jika kita mengonsumsi dua atau lebih obat secara bersamaan, kondisinya malah membuat kita terjaga dan tidak bisa tidur. Untuk itu, jangan mengonsumsi obat sembarangan dan konsultasikan dengan dokter, efek samping dari obat yang Anda konsumsi. (Viva news) Baca Selengkapnya »»
Banyak orang enggan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi karena alasan air yang terlalu dingin. Padahal, air dingin tak hanya menyegarkan kulit tapi juga meningkatkan sistem kerja otot sehingga lebih fleksibel dan siap bergerak semangat.
Ada yang tak kuat mandi air dingin dan memilih mandi dengan guyuran air hangat. Mandi air hangat memang nyaman dan membantu kulit tubuh membuka pori-porinya sehingga kotoran bisa luruh bersama sabun saat digosok.
Tapi, air hangat suam-suam kuku justru melemaskan otot dan membuat tubuh relaks. Hal itu kadang bisa membuat kita justru mengantuk. Padahal di pagi hari, kita perlu semangat kerja. Mandi air panas lebih pas untuk relaksasi di malam hari setelah lelah bekerja seharian.
Jadi, mandi dengan air yang bagaimana yang paling pas? Jawabannya adalah memadukan air hangat dan air dingin saat mandi. Menurut para terapis, mandi dengan cara itu baik untuk meningkatkan dan melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
Dan yang lebih baik adalah mandi dengan shower atau pancuran daripada dengan gayung. Saat mandi dengan shower, air yang keluar dari pancuran akan memijat kulit dan tubuh. Hal itu akan menimbulkan efek pijatan yang membuat otot tegang menjadi lemas.
Mulailah mandi dengan air hangat. Tapi, tak perlu terlalu hangat, asalkan cukup membuat otot Anda rileks. Jika terlalu panas, kemudian Anda mandi dengan air dingin, tubuh belum beradaptasi dan hasilnya bisa mengejutkan jantung Anda.
Selama 7-10 hari, Anda bisa meningkatkan temperatur air hangat sekitar 10 derajat. Dengan begitu, akan terjadi perbedaan kontras pada air mandi hangat dan dingin. Namun tubuh telah mengalami penyesuaian diri.
Jika dilakukan secara rutin, cara mandi seperti ini bisa mengatasi kelelahan, dan juga menghilangkan ragal pegal pada otot dan persendian.
Tapi, teknik terapi mandi ini tak disarankan untuk penderita penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa penyakit berat lainnya. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukan terapi mandi air hangat dan dingin.
Efek negatif Bangun Siang
Padahal bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik. Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menekan tombol untuk menghentikan alarm di ponsel atau jam weker saat hari libur. Karena, bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan efek negatif, yaitu.
1. Masalah metabolisme
Jika Anda tidur terlalu lama, tubuh tidak akan berfungsi sesuai ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat.
2. Lesu
Tidur berlebihan akan membuat Anda merasa lesu karena metabolisme Anda masih bekerja dalam 'set' malam hari. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.
3. Kehilangan waktu produktif
Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Anda masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam dengan terburu-buru.
4. Disorientasi
Tidur terlalu lama membuat Anda sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu, karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Anda merasa lapar.
5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Anda tidur terlalu lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Anda ingin tidur lebih lama.
Penyebab Bangun tidur menjadi Lelah
Setelah bangun pagi seharusnya tubuh menjadi segar, karena sudah beristirahat. Tapi, seringkali bukan rasa segar yang didapatkan, tubuh malah terasa lelah. Padahal, waktu tidur sudah cukup antara 7 sampai 9 jam.
Jika Anda termasuk orang yang sering merasa lelah saat bangun tidur, cepat ketahui penyebabnya dan segera atasi. Karena, seseorang yang tidurnya tidak berkualitas akan berdampak pada aktifvtas dan kesehatan tubuhnya.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur, beberapa di antaranya adalah 5 hal berikut ini.
1. Perlengkapan tidur tidak nyaman
Meskipun tidur lebih awal, belum tentu Anda akan merasa cukup tidur karena bisa tiba-tiba sering terbangun. Salah satu penyebabnya adalah perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, selimut, guling dan sprei yang tidak nyaman. Untuk itu, selalu bersihkan perlengkapan tidur sebelum Anda tidur.
Pilih juga perlengkapan tidur yang membuat Anda nyaman, terutama bantal. Bantal yang baik akan menyangga leher dengan benar dan mencegah sakit punggung. Tidak ada salahnya untuk membeli alat tidur yang agak mahal dan berkualitas, karena peralatan tidur tersebut adalah investasi kesehatan Anda.
2. Sering terbangun
Jika Anda sering terbangun malam hari, pasti keesokan harinya kepala akan terasa pusing dan badan merasa lelah. Untuk itu cari penyebab, apa yang membuat Anda sering terbangun. Entah itu berupa pencahayaan, suhu ruangan, suara atau hasrat ke toilet yang tinggi.
Cobalah untuk menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan sebelum Anda tidur. Jika Anda sering ke toilet, jangan terlalu banyak minum dan buang air kecil sebelum tidur.
3. Berat badan
Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga akan sering mengalami rasa lelah saat bangun tidur. Karena setiap saat tubuh mereka selalu bekerja keras, termasuk saat tidur.
Kerja jantung pun cukup keras dan tidak mampu memompa darah secara cepat ke seluruh tubuh. Hal itu membuat energi berkurang dan tubuh merasa lelah. Untuk itu, jika Anda memiliki berat badan kurang proporsional dan selalu merasa lelah termasuk ketika bangun tidur, segera lakukan diet dan berolahraga.
4. Saat datang bulan
Salah satu yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman saat tidur, lemas dan sering terbangun malam hari adalah haid atau datang bulan. Rasa lelah dan lemas saat bangun tidur disebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Untuk itu, menjelang dan saat haid konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam atau mengonsumsi suplemen.
5. Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang membuat kita mengantuk. Tetapi, jika kita mengonsumsi dua atau lebih obat secara bersamaan, kondisinya malah membuat kita terjaga dan tidak bisa tidur. Untuk itu, jangan mengonsumsi obat sembarangan dan konsultasikan dengan dokter, efek samping dari obat yang Anda konsumsi. (Viva news) Baca Selengkapnya »»
Label:
bangun tidur,
hidup sehat,
kelelahan,
obat obatan,
rejeki,
tidur,
usaha
Langganan:
Postingan (Atom)