Tampilkan postingan dengan label kelelahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelelahan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 September 2010

Roti Isi Pisang, Baik untuk Menambah Energi

Anda pernah melihat warung roti bakar yang membuat roti berisi keju, meises, potongan pisang, dan susu kental manis? Makanan tersebut pasti magtig banget, berat dan mengenyangkan. Anda mungkin akan berpikir, orang yang memesannya pasti rakus sekali.

Mungkin ia memang sedang lapar. Namun dalam kondisi normal, meises, keju, susu kental manis, plus pisang, memang agak berlebihan. Makanan tersebut sebenarnya bisa menjadi pilihan sehat asal Anda bisa mengurangi bagian yang tidak perlu. Susu kental manis, misalnya. Tanpa itu pun, Anda sudah mendapatkan tambahan energi.

Saat kondisi tubuh sedang kurang fit, Anda bisa memanfaatkan makanan untuk mengatasinya. Para peneliti mengatakan, beberapa makanan mampu bekerja seperti obat yang membantu menyembuhkan apa yang mengganggu Anda. Entah itu stres, sakit kepala, mual, atau susah tidur, kini Anda bisa mengurangi pemakaian obat-obatan untuk mengatasinya.

Kelelahan
Butuh kopi untuk mengatasi rasa lelah untuk sementara? Nanti dulu. Coba nikmati setangkup roti isi, ujar Heather K. Jones, RD, penulis buku What’s Your Diet Type?. Namun, perhatikan isi roti tersebut. Daripada menggunakan selai buah yang manis karena mengandung gula, lebih baik olesi roti Anda dengan selai kacang atau pisang. Pisang bisa mendongkrak energi, karena buah ini mengandung karbohidrat, potasium, dan serat. Ketika dipadukan dengan protein dari selai kacang dan roti gandum, Anda pasti langsung merasa mendapat tambahan energi dan siap bekerja kembali.

Sakit kepala
Atasi rasa sakit dengan menghidrasi tubuh Anda dengan makanan yang mengandung banyak air dan nutrisi, seperti semangka, demikian saran Stella Metsovas, ahli nutrisi di Laguna Beach, California. “Kandungan air yang tinggi pada buah semangka dan buah-buahan atau sayuran lain bisa meredakan sakit kepala. Makanan ini juga menjadi sumber mineral penting seperti magnesium, yang merupakan kunci menghentikan sakit kepala yang berdenyut," katanya. Makanan lain yang kandungan airnya tinggi antara lain mentimun, melon, tomat, buah beri, dan selada.

Stres
Para ahli mengatakan, inilah saatnya Anda melupakan mitos yang mengatakan bahwa cokelat menyebabkan kegemukan. Menurut para peneliti, mengonsumsi 40 gr dark chocolate sehari bisa menurunkan kortisol (hormon stres) dan katekolamin (hormon yang menyebabkan tekanan darah tinggi) pada tubuh, mengurangi kegelisahan, dan membantu Anda menyelesaikan pekerjaan pada waktunya. Satu hal lagi yang pasti Anda ingat, cokelat juga mengandung methylxanthine, yang mencetus pelepasan dopamin dalam tubuh. Hal inilah yang membuat Anda mudah merasa dimabuk kepayang dan membuat hubungan dengan pasangan semakin bergairah.

Sulit tidur
Suka miso soup? Sup ala Jepang ini mengandung tryptophan, asam amino yang memproduksi  serotonin dan melatonin, yang bisa membantu Anda merasa mengantuk lebih cepat. Makanan lain yang mengandung tryptophan yang tinggi antara lain yogurt tanpa lemak, sup lentil, biji bunga matahari, dan kalkun.

Sementara itu, anggur dan makanan yang mengandung gula (termasuk buah) sebaiknya tidak dikonsumsi menjelang jam tidur. “Sangat penting untuk menghindari buah-buahan dan gula simpleks pada petang hari, karena desakan insulin bisa terjadi sewaktu kita tidur," ujar Metsovas.

Pusing akibat konsumsi alkohol berlebihan
Anda pasti tak menyangka penangkalnya: baked potato! Kedengarannya aneh, namun makanan ini betul-betul berkhasiat, kata Erin Palinski, RD, pakar diet di New Jersey. “Minum alkohol bisa membuat tubuh dehidrasi, suatu proses yang bisa menyerap kadar potasium dalam tubuh Anda," ujarnya.

Akhiri pusing akibat alkohol atau nyeri lainnya dengan mengonsumsi makanan yang kaya potasium, seperti kentang (pastikan Anda memakan juga kulitnya, dimana nutrisinya paling banyak terdapat). Baked potato ukuran kecil saja sudah mengandung 759 mg potasium, sedangkan pisang ukuran sedang hanya mengandung 422 mg.

Mual
Kunyah beberapa permen jahe. Campuran rasa manis dan pedas pada makanan olahan jahe diyakini oleh para peneliti mampu menghentikan rasa mual. "Jahe sudah terbukti mampu menenangkan perut dan bertindak sebagai antiperadangan, dan membantu mengurangi mual," ujar Palinski.
sumber : kompas.com Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 11 September 2010

Mandi pagi, yuuk ?

Ritual mandi pagi adalah awal yang penting mengawali hari dengan semangat. Saat mandi pagi, tubuh kita yang masih menyisakan lelah setelah tidur semalaman bisa terasa segar dan siap melakukan aktivitas.

Banyak orang enggan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi karena alasan air yang terlalu dingin. Padahal, air dingin tak hanya menyegarkan kulit tapi juga meningkatkan sistem kerja otot sehingga lebih fleksibel dan siap bergerak semangat.

Ada yang tak kuat mandi air dingin dan memilih mandi dengan guyuran air hangat. Mandi air hangat memang nyaman dan membantu kulit tubuh membuka pori-porinya sehingga kotoran bisa luruh bersama sabun saat digosok.

Tapi, air hangat suam-suam kuku justru melemaskan otot dan membuat tubuh relaks. Hal itu kadang bisa membuat kita justru mengantuk. Padahal di pagi hari, kita perlu semangat kerja. Mandi air panas lebih pas untuk relaksasi di malam hari setelah lelah bekerja seharian.

Jadi, mandi dengan air yang bagaimana yang paling pas? Jawabannya adalah memadukan air hangat dan air dingin saat mandi. Menurut para terapis, mandi dengan cara itu baik untuk meningkatkan dan melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh.

Dan yang lebih baik adalah mandi dengan shower atau pancuran daripada dengan gayung. Saat mandi dengan shower, air yang keluar dari pancuran akan memijat kulit dan tubuh. Hal itu akan menimbulkan efek pijatan yang membuat otot tegang menjadi lemas.

Mulailah mandi dengan air hangat. Tapi, tak perlu terlalu hangat, asalkan cukup membuat otot Anda rileks. Jika terlalu panas, kemudian Anda mandi dengan air dingin, tubuh belum beradaptasi dan hasilnya bisa mengejutkan jantung Anda.

Selama 7-10 hari, Anda bisa meningkatkan temperatur air hangat sekitar 10 derajat. Dengan begitu, akan terjadi perbedaan kontras pada air mandi hangat dan dingin. Namun tubuh telah mengalami penyesuaian diri.

Jika dilakukan secara rutin, cara mandi seperti ini bisa mengatasi kelelahan, dan juga menghilangkan ragal pegal pada otot dan persendian.

Tapi, teknik terapi mandi ini tak disarankan untuk penderita penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa penyakit berat lainnya. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukan terapi mandi air hangat dan dingin.

Efek negatif Bangun Siang

Padahal bangun tidur pada waktu yang sama setiap harinya akan membuat Anda merasa lebih baik. Ada beberapa alasan mengapa Anda tidak perlu menekan tombol untuk menghentikan alarm di ponsel atau jam weker saat hari libur. Karena, bangun tidur pada waktu berbeda bisa memunculkan efek negatif, yaitu.

1. Masalah metabolisme
Jika Anda tidur terlalu lama, tubuh tidak akan berfungsi sesuai ritmenya. Anda akan merasa lapar dalam jangka waktu lama dan hal ini mempengaruhi kecepatan metabolisme. Hal ini akan membuat bobot tubuh meningkat.

2. Lesu
Tidur berlebihan akan membuat Anda merasa lesu karena metabolisme Anda masih bekerja dalam 'set' malam hari. Tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai sistem dan tidak dapat berfungsi normal. Jika Anda benar-benar ingin tidur sedikit lebih lama, usahakan jangan lebih dari tiga puluh menit.

3. Kehilangan waktu produktif
Para ahli menganggap pagi hari adalah waktu paling produktif karena pikiran Anda masih segar. Jika Anda tidur terlalu lama maka akan akhirnya kehilangan banyak waktu produktif dalam sehari. Sehingga, Anda harus menyelesaikan pekerjaan sampai larut malam dengan terburu-buru.

4. Disorientasi
Tidur terlalu lama membuat Anda sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Kecuali, setelah bangun tidur Anda langsung berolahraga. Lalu, karena metabolisme tidak bisa berhenti otak akan membuat Anda merasa lapar.

5. Sakit kepala
Cairan serebrospinal bergerak ke otak ketika Anda tidur terlalu lama. Kondisi ini, jika berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan sakit kepala parah dan bahkan menyebabkan kebutaan. Jadi, pikirkan lagi jika Anda ingin tidur lebih lama.

Penyebab Bangun tidur menjadi Lelah

Setelah bangun pagi seharusnya tubuh menjadi segar, karena sudah beristirahat. Tapi, seringkali bukan rasa segar yang didapatkan, tubuh malah terasa lelah. Padahal, waktu tidur sudah cukup antara 7 sampai 9 jam.

Jika Anda termasuk orang yang sering merasa lelah saat bangun tidur, cepat ketahui penyebabnya dan segera atasi. Karena, seseorang yang tidurnya tidak berkualitas akan berdampak pada aktifvtas dan kesehatan tubuhnya.

Ada beberapa faktor penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur, beberapa di antaranya adalah 5 hal berikut ini.

1. Perlengkapan tidur tidak nyaman
Meskipun tidur lebih awal, belum tentu Anda akan merasa cukup tidur karena bisa tiba-tiba sering terbangun. Salah satu penyebabnya adalah perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, selimut, guling dan sprei yang tidak nyaman. Untuk itu, selalu bersihkan perlengkapan tidur sebelum Anda tidur.

Pilih juga perlengkapan tidur yang membuat Anda nyaman, terutama bantal. Bantal yang baik akan menyangga leher dengan benar dan mencegah sakit punggung. Tidak ada salahnya untuk membeli alat tidur yang agak mahal dan berkualitas, karena peralatan tidur tersebut adalah investasi kesehatan Anda.

2. Sering terbangun
Jika Anda sering terbangun malam hari, pasti keesokan harinya kepala akan terasa pusing dan badan merasa lelah. Untuk itu cari penyebab, apa yang membuat Anda sering terbangun. Entah itu berupa pencahayaan, suhu ruangan, suara atau hasrat ke toilet yang tinggi.

Cobalah untuk menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan sebelum Anda tidur. Jika Anda sering ke toilet, jangan terlalu banyak minum dan buang air kecil sebelum tidur.

3. Berat badan
Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga akan sering mengalami rasa lelah saat bangun tidur. Karena setiap saat tubuh mereka selalu bekerja keras, termasuk saat tidur.

Kerja jantung pun cukup keras dan tidak mampu memompa darah secara cepat ke seluruh tubuh. Hal itu membuat energi berkurang dan tubuh merasa lelah. Untuk itu, jika Anda memiliki berat badan kurang proporsional dan selalu merasa lelah termasuk ketika bangun tidur, segera lakukan diet dan berolahraga.

4. Saat datang bulan
Salah satu yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman saat tidur, lemas dan sering terbangun malam hari adalah haid atau datang bulan. Rasa lelah dan lemas saat bangun tidur disebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Untuk itu, menjelang dan saat haid konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam atau mengonsumsi suplemen.

5. Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang membuat kita mengantuk. Tetapi, jika kita mengonsumsi dua atau lebih obat secara bersamaan, kondisinya malah membuat kita terjaga dan tidak bisa tidur. Untuk itu, jangan mengonsumsi obat sembarangan dan konsultasikan dengan dokter, efek samping dari obat yang Anda konsumsi. (Viva news) Baca Selengkapnya »»