Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stress. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Maret 2011

Anda Stress, Segera tidur siang

Buat para blogger ini merupakan info terbaik buat kita semua. Dimana biasanya blogger selalu sibuk mencari ide dari malam sampai malam lagi, owh 24 jam hanya untuk sebuah postingan.
Blogger mania yang dimulai online sejak pagi untuk mencari ide postingan sebaiknya diwaktu siang anda beristirahat meskipun hanya 30 menit itu sangat bermanfaat untuk menurunkan tensi darah.
Ini dikatakan oleh Peneliti dari Sarah Conklin of Allegheny College di Meadville, Pennsylvania Amerika Serikat, beristirahat setidaknya selama 45 menit pada siang hari dapat membantu menjaga tekanan darah pada level yang lebih rendah, walaupun Anda akan menghadapi kondisi penuh tekanan.
Bahkan peneliti juga menyatakan, "Temuan kami mengindikasikan bahwa tidur di siang hari menawarkan manfaat baik kesehatan kardiovaskular dengan mempercepat pemulihan pembuluh darah dan jantung setelah menghadapi pemicu stres."
Ternyata tidur siang bukan bermanfaat hanya untuk bayi yang baru lahir tetapi juga bermanfaat buat orang dewasa yang sibuk dengan kegiatan dan aktivitas di pagi hari dengan penuh tekanan.
Mari kita berhenti sejenak sejak jam berdenting di waktu siang....
semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya »»

Rabu, 15 September 2010

Roti Isi Pisang, Baik untuk Menambah Energi

Anda pernah melihat warung roti bakar yang membuat roti berisi keju, meises, potongan pisang, dan susu kental manis? Makanan tersebut pasti magtig banget, berat dan mengenyangkan. Anda mungkin akan berpikir, orang yang memesannya pasti rakus sekali.

Mungkin ia memang sedang lapar. Namun dalam kondisi normal, meises, keju, susu kental manis, plus pisang, memang agak berlebihan. Makanan tersebut sebenarnya bisa menjadi pilihan sehat asal Anda bisa mengurangi bagian yang tidak perlu. Susu kental manis, misalnya. Tanpa itu pun, Anda sudah mendapatkan tambahan energi.

Saat kondisi tubuh sedang kurang fit, Anda bisa memanfaatkan makanan untuk mengatasinya. Para peneliti mengatakan, beberapa makanan mampu bekerja seperti obat yang membantu menyembuhkan apa yang mengganggu Anda. Entah itu stres, sakit kepala, mual, atau susah tidur, kini Anda bisa mengurangi pemakaian obat-obatan untuk mengatasinya.

Kelelahan
Butuh kopi untuk mengatasi rasa lelah untuk sementara? Nanti dulu. Coba nikmati setangkup roti isi, ujar Heather K. Jones, RD, penulis buku What’s Your Diet Type?. Namun, perhatikan isi roti tersebut. Daripada menggunakan selai buah yang manis karena mengandung gula, lebih baik olesi roti Anda dengan selai kacang atau pisang. Pisang bisa mendongkrak energi, karena buah ini mengandung karbohidrat, potasium, dan serat. Ketika dipadukan dengan protein dari selai kacang dan roti gandum, Anda pasti langsung merasa mendapat tambahan energi dan siap bekerja kembali.

Sakit kepala
Atasi rasa sakit dengan menghidrasi tubuh Anda dengan makanan yang mengandung banyak air dan nutrisi, seperti semangka, demikian saran Stella Metsovas, ahli nutrisi di Laguna Beach, California. “Kandungan air yang tinggi pada buah semangka dan buah-buahan atau sayuran lain bisa meredakan sakit kepala. Makanan ini juga menjadi sumber mineral penting seperti magnesium, yang merupakan kunci menghentikan sakit kepala yang berdenyut," katanya. Makanan lain yang kandungan airnya tinggi antara lain mentimun, melon, tomat, buah beri, dan selada.

Stres
Para ahli mengatakan, inilah saatnya Anda melupakan mitos yang mengatakan bahwa cokelat menyebabkan kegemukan. Menurut para peneliti, mengonsumsi 40 gr dark chocolate sehari bisa menurunkan kortisol (hormon stres) dan katekolamin (hormon yang menyebabkan tekanan darah tinggi) pada tubuh, mengurangi kegelisahan, dan membantu Anda menyelesaikan pekerjaan pada waktunya. Satu hal lagi yang pasti Anda ingat, cokelat juga mengandung methylxanthine, yang mencetus pelepasan dopamin dalam tubuh. Hal inilah yang membuat Anda mudah merasa dimabuk kepayang dan membuat hubungan dengan pasangan semakin bergairah.

Sulit tidur
Suka miso soup? Sup ala Jepang ini mengandung tryptophan, asam amino yang memproduksi  serotonin dan melatonin, yang bisa membantu Anda merasa mengantuk lebih cepat. Makanan lain yang mengandung tryptophan yang tinggi antara lain yogurt tanpa lemak, sup lentil, biji bunga matahari, dan kalkun.

Sementara itu, anggur dan makanan yang mengandung gula (termasuk buah) sebaiknya tidak dikonsumsi menjelang jam tidur. “Sangat penting untuk menghindari buah-buahan dan gula simpleks pada petang hari, karena desakan insulin bisa terjadi sewaktu kita tidur," ujar Metsovas.

Pusing akibat konsumsi alkohol berlebihan
Anda pasti tak menyangka penangkalnya: baked potato! Kedengarannya aneh, namun makanan ini betul-betul berkhasiat, kata Erin Palinski, RD, pakar diet di New Jersey. “Minum alkohol bisa membuat tubuh dehidrasi, suatu proses yang bisa menyerap kadar potasium dalam tubuh Anda," ujarnya.

Akhiri pusing akibat alkohol atau nyeri lainnya dengan mengonsumsi makanan yang kaya potasium, seperti kentang (pastikan Anda memakan juga kulitnya, dimana nutrisinya paling banyak terdapat). Baked potato ukuran kecil saja sudah mengandung 759 mg potasium, sedangkan pisang ukuran sedang hanya mengandung 422 mg.

Mual
Kunyah beberapa permen jahe. Campuran rasa manis dan pedas pada makanan olahan jahe diyakini oleh para peneliti mampu menghentikan rasa mual. "Jahe sudah terbukti mampu menenangkan perut dan bertindak sebagai antiperadangan, dan membantu mengurangi mual," ujar Palinski.
sumber : kompas.com Baca Selengkapnya »»

Sabtu, 11 September 2010

Kenali Stress ???

KITA semua akrab dengan keluhan mulut kering, telapak tangan basah, otot tegang, dan sebagainya yang kita anggap keluhan biasa akibat kelelahan kerja.

Selain gejala tersebut, terdapat gejala lain dari stres yang kurang dikenal. Berikut adalah beberapa di antaranya, serta tip menanganinya, seperti dibahas Health24.

Pelupa

Menjadi pelupa dan tidak mampu berkonsentrasi atau membuat keputusan adalah gejala stres, atau mungkin Anda hanya kurang percaya diri. Untuk membantu memulihkan keadaan, lebih baik rehat 10 menit dan minum secangkir teh herbal.

Kerap menguap

Jika Anda sering menguap dan tidak merasa mengantuk, Anda bisa mengambil napas dangkal agar tubuh mendapatkan pasokan oksigen cukup yang diperlukan untuk metabolisme. Lalu, tarik napas dalam-dalam.

Darah, keringat, dan bir

Stres baik untuk memacu adrenalin sehingga Anda bisa lebih waspada dan bekerja lebih keras. Sayangnya, stres juga menyebabkan hormon, yang disebut catecholamine, mengentalkan darah Anda. Dalam jangka pendek, hal ini berguna sebagai ‘panggilan’ perut lapar, tapi dalam jangka panjang dapat mempertinggi risiko serangan jantung. Solusinya? Pindah ke lingkungan yang lebih kondusif atau belajar untuk mengenali dan mengatasi stres dengan cepat.

Berkeringat

Pengaruh hormonal lain dari stres adalah keringat berlebih, terutama di bawah lengan, di mana keringat lebih berbau menyengat daripada bagian tubuh lain. Solusinya, rajin mandi, gunakan roll-on, lalu belajar untuk menghadapi stres.

Salah pilih stimulan

Banyak orang menggunakan stimulan, seperti tembakau, kafein, dan alkohol terutama untuk mengatasi stres. Nikotin akan membunuh Anda, alkohol dan kafein akan menaikkan kadar gula darah, yang pada gilirannya memengaruhi konsentrasi dan suasana hati.

Solusinya, batasi konsumsi minuman berkafein. Faktanya, tak hanya kopi dan teh yang mengandung kafein, tapi juga banyak minuman ringan lainnya. Kemudian, hindari alkohol saat makan siang, tapi gantikan dengan minum air putih sepanjang hari. Tak lupa, berhentilah merokok.

Merasa kering

Mulut kering disebabkan oleh penurunan aliran air liur dalam mulut. Hal ini juga dapat menyebabkan bau mulut tak sedap (halitosis) dan masalah gigi. Solusinya, minum banyak air, gunakan dental floss, dan sikat gigi Anda secara teratur.

Otot tegang

Jika stres, otot Anda berkontraksi dan dapat berakhir dengan perasaan tegang. Otot-otot punggung sangat rentan terhadap ini, dan otot punggung bawah bisa menjadi kejang. Anda dapat meringankan nyeri otot dengan melakukan gerakan jongkok, sambil menumpu lengan di atas lutut Anda. Tahan gerakan ini selama sepuluh detik.

Serangan ketombe

Stres berkepanjangan melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat kulit Anda lebih rentan terhadap jamur yang menghasilkan ketombe. Beberapa tindakan pencegahan, seperti keringkan rambut dengan handuk bukan hair dryer, yang bisa mengeringkan kulit; gunakan campuran shampo bayi dengan sampo yang biasa Anda pakai beberapa kali setiap pekan; tambahkan beberapa tetes minyak lavender dan tea tree oil ke dalam sampo Anda, atau bilas rambut dengan campuran air hangat yang berisi minyak tersebut.

Leher tegang, sakit kepala

Jika Anda cenderung membungkuk di depan keyboard, telepon atau roda kemudi, otot leher Anda akan tegang, yang dapat menyebabkan kekakuan dan akhirnya sakit kepala. Sebanyak 80 persen keluhan sakit kepala diakibatkan kebiasaan tersebut.

Coba cara berikut, letakkan tangan Anda di bahu berlawanan, lalu jalani ujung jari di sepanjang bahu dengan pijatan lembut. Lalu, mandi air hangat berisi minyak pijat, seperti aroma arnica, atau beberapa tetes minyak chamomile dan lavender. (okezone)

Jika sedang dilanda stres, ada dua cara cepat dan sederhana yang bisa mengembalikan suasana hati lebih baik. Berikut trik menghilangkan stres hanya dalam waktu dua menit :

1. Buka kembali foto masa lalu
Keluarkan album masa kecil atau foto waktu melakukan perjalanan ke tempat favorit. Cara ini lebih membahagiakan dibandingkan memakan cokelat.

Cara ini sudah dibuktikan dalam penelitian di sebuah Universitas Terbuka di Inggris, dengan perbandingan cara orang menghilangkan stres dengan memakan cokelat, minuman beralkohol, menonton TV, mendengarkan musik dan melihat album foto pribadi. Dari penelitian ini diperoleh hasil cara menghilangkan stres dengan melihat album foto pribadi menghasilkan 11 persen lebih ampuh dibandingkan yang lainnya.

Untuk tetap menjaga semangat Anda di tempat kerja upload foto-foto favorit tersebut dalam komputer atau atur sebagai screensaver. Atau, bisa juga dipasang dalam bingkai dan diletakkan di atas meja kerja Anda.

2. Mengunyah kacang
Cara ini juga merupakan cara cepat hilangkan stres. Anda juga bisa didapatkan dengan cara menikmati roti isi selai kacang atau ikan salmon. Kandungan Omega 3 dapat membuat orang tidak mudah depresi.

Peneliti dari Universitas of Pittsburgh mengukur kadar lemak omega-3 dari 106 orang dewasa yang sehat dan memberi mereka tes psikologi. Mereka yang memiliki omega-3 tertinggi, mencetak 49-58 persen jarang mengalami stres. (Vivanews) Baca Selengkapnya »»

Rambut sumber penyakit Jantung

Penelitian baru menunjukkan rambut kita bisa menjadi kunci untuk mengukur tingkat stres. Penelitian itu menemukan bahwa hormon stres kortisol bisa diukur dalam rambut, memberi perkiraan jangka panjang pertama dari stres kronis yang tidak mengandalkan ingatan seseorang. Kortisol tingkat tinggi dalam rambut dihubungkan dengan serangan jantung.

Para peneliti mengatakan, penemuan ini bisa memberi cara baru untuk meneliti stres kronis. Bila hasilnya bisa diulangi, tes bisa digunakan dokter untuk mengidentifikasi risiko tinggi orang terhadap penyakit jantung.

Rambut pada rambut anda mati, tetapi kantung rambut, atau akar hidup. Unsur seperti kortisol, yang bisa dilepaskan ke dalam aliran darah saat anda stres, bisa meresap ke dalam kantung rambut dari pembuluh darah kecil di kulit kepala. Seperti rambut tumbuh, jejak kortisol terjebak dalam poros, memberikan cara bagi para peneliti untuk mengukur hormon dari waktu ke waktu.

Karena rambut tumbuh kira-kira 1 cm per bulan, kebanyakan orang memiliki atas perkiraan tingkat kortisol pada rambut dalam waktu berbulan-bulan. Pengukuran kortisol dalam darah atau urin sebelumnya dapat merekam jumlah hormon hanya beberapa jam atau hari.

"(Rambut) memberitahu apa yang terjadi pada anda selama 10 bulan. Bahkan saya bisa melihat bagaimana hal-hal berubah setiap bulan," kata Gideon Koren, profesor ilmu kesehatan anak-anak dan ilmu racun dari University of Western Ontario, kepada LiveScience.

Koren, sebelumnya menggunakan contoh rambut untuk mengukur kandungan racun obat-obatan pada bayi yang ibunya menggunakan kokain dan heroin selama hamil.

Dia mempelajari bahwa rekan lainnya menggunakan metode yang mirip untuk mendeteksi steroid dalam binaragawan. Bila rambut bisa secara akurat mengukur steroid, itu mungkin juga mempertahankan hormon lain, seperti kortisol.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kortisol bertahan di rambut setidaknya selama enam bulan, dan dan dalam kasus beberapa ibu Peru, sampai 1.500 tahun.

Rambut dan serangan jantung

Koren dan koleganya mengambil contoh rambut dari 120 pria yang diperiksa di unit penyakit jantung Meir Medical Center di Israel. Setengah dari pria yang diperiksa mengalami serangan jantung, sementara setengahnya lagi didiagnosis menderita penyakit lain seperti nyeri dada dan infeksi. Hanya pria yang diteliti sebab serangan jantung lebih umum terjadi pada pria, dan karena perbedaan hormon antara pria dan wanita bisa tidak simetris dengan hasil.

Para peneliti menganalisis tingkat kortisol dalam 3 cm rambut yang terdekat dengan kulit kepala, mewakili hidup pasien selama tiga bulan terakhir. Mereka menemukan bahwa tingkat kortisol lebih tinggi pada pria yang mengalami serangan jantung dibanding pria yang memiliki penyakit lain.

Saat para peneliti membagi pria-pria itu dalam seperempat berdasarkan tingkat kortisol mereka, mereka menemukan bahwa pria yang memiliki tingkat terendah, 32 persen mengalami serangan jantung. Pada pria dalam seperempat kortisol teratas, jumlahnya meningkat menjadi 68 persen.

Hasilnya diadakan bahkan setelah mengontrol faktor risiko lain serangan jantung seperti tingkat kolesterol dan massa indeks tubuh. "Tentu saja, itu bukan satu-satunya, tetapi kortisol adalah faktor penentu penting dari infark miokard akut (istilah teknis untuk serangan jantung)," kata Koren.

Koren memperingatkan, hasilnya perlu diulangi dengan pasien dalam jumlah besar sebelum mengetes kortisol rambut berlaku. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kortisol dalam rambut sesuai dengan tingkat kortisol dalam darah, tetapi Koren dan koleganya belum yakin bila hasil mereka akan diterapkan pada wanita. Mereka juga tidak mengetes apakah tingkat kortisol rambut sesuai dengan perasaan stres seseorang yang subyektif.

Koren mengatakan, bagaimanapun juga bila tes berhasil, itu bisa menjadi cara non-invasif untuk mengukur stres sepanjang waktu, itu penting karena ingatan stres jangka panjang orang-orang tidak selalu bisa diandalkan.

"Itu bisa menjadi alat lain bagi kita, bila mungkin dilakukan dan tidak mahal. Kita perlu memiliki penelitian bagus yang sangat menghubungkan hubungan antara stres dan kemudian masalah kejiwaan pada wanita dengan tahap reproduksi kehidupan berbeda," kata Alicja Fishell, seorang psikiater di Women's College Hospital di Toronto, Kanada.

Fisnell pernah bekerja sama dengan Koren sebelumnya tetapi tidak terlibat dalam penelitian saat ini. Dia mengatakan penemuan suatu hari nanti bisa terbukti berguna untuk meneliti dalam bidangnya, kesehatan reproduksi, karena efek stres kronis pada wanita hamil dan janin tidak dipahami dengan baik. (republika) Baca Selengkapnya »»