Bagaimana mengatasi penyakit jantung? Bagi sejumlah pakar, salah satunya Richard N. Fogoros, doktor bidang kardiovaskular yang mengasuh heartdisease.com, cara mengatasi adalah menghindari penyakit sebisa mungkin.
Saran Richard tak mengherankan, sebab penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi, sebagaimana dilaporkan pada tahun 2007 di Amerika Serikat, Inggris, Canada, dan Wales. Penyakit ini bahkan membunuh satu orang setiap 34 detik hanya di Amerika Serikat saja.
Memang ada pula pasien yang mengidap penyakit jantung bawaan, tapi itu pun bukan berarti resiko tak dapat dikurangi. Untungnya dunia kedokteran telah mencapai banyak kemajuan dalam pengobatan dengan peningkatan pasien yang bertahan dari penyakiti ini. Hanya saja dalam penelitian, banyak dokter pula yang gagal memeberikan tindakan sesuai untuk sang pasien.
Sehingga pasien pun perlu membekali diri mereka dengan pengetahuan seputar penyakit jantung serta tindakan yang memungkinkan, dan mengikuti seksama perkembangan terapi terbaru.
Jalan terbaik, tentu dengan mengadopis pola hidup sehat. Di mana-mana cara ini terbukti ampuh mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup. Salah satu yang bagian cara hidup sehat adalah faktor asupan makanan. Tak pelak pola makanan berkaitan erat dengan kondisi kimiawi tubuh, terutama mereka yang memiliki resiko besar terkena penyakit jantung.
Memperhatikan pola makan, jenis makanan, dan nutrisi, yang masuk dalam tubuh akan sangat membantu pasien mengontrol kesehatan jantung. Berikut ini ada sepuluh jenis makanan yang disarankan untuk merawat kesehatan jantung seperti yang dituturkan oleh situs Health.com. Jenis makanan yang dianjurkan pun relatif mudah didapat di Indonesia. Tak ada salahnya mencoba menerapkan, tentu dengan porsi seimbang.
Otmeal. Mulai hari anda dengan semangkuk oats yang kaya asam lemak omega-3, folat, dan potasium. Makanan kaya serat ini telah terbukti dalam berbagai studi, mampu menurunkan LDL alias kolesterol jahat dan menjaga saluran arteri tetap bersih.
Salmon: Lagi-lagi asam lemak omega-3 tinggi menjadi andalan, dan terkandung dalam daging ikan salmon. Jenis makanan ini dapat mengurangi tekanan darah dengan efektif, dan menjaga kelancaran aliran darah. Dua porsi dalam seminggu dapat mengurangi resiko kematian akibat serangan jantung hingga sepertiga.
Menurut seorang ahli kardiologi, Stephen T Sinatra, Salmon juga mengandung karotenoid astaksantin, yakni antioksidan kuat. Namun pastikan memilih salmon dari alam liar daripada salmon dari penangkaran--sebab sering kali dikemas dengan cemaran insektisida, pestisida, dan logam berat.
Alpukat: Sedikit alpukat dalam roti lapis, atau salad, menambah lemak sehat untuk jantung dalam diet. Terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda, alpukat membantu menurunkan kadar LDL sekaligus meningkatkan HDL atau kolesterol baik di dalam tubuh. "Alpukat sangat luar biasa," ujar Sinatra, "Mereka meningkatkan penyerapan karoten--terutama beta-karoten dan likopen--yang sangat esensial untuk kesehatan jantung,"
Minyak Zaitun: Hampir tak ada yang meragukan khasiat minyak zaitun. Kaya dengan lemak tak jenuh ganda, minyak zaitun ampuh menurunkan LDL dan menurunkan resiko penyakit jantung masuk tahap lebih lanjut.
Hasil dari Seven Countries Study, yang meneliti insiden penyakit jantung di 7 negara di dunia menunjukkan para lelaki di Pulau Kreta, Yunani, memiliki kecenderungan kadar kolesterol tinggi, namun relatif sedikit yang meninggal akibat penyakit jantung karena pola makan mereka memasukkan minyak zaitun. Cari yang bertipe minyak virgin--sebab paling sedikit melalui proses kimia--dan konsumsi dengan tepat.
Kacang. Kenari, Kacang Hazel, Macademia,dan Mede sangat kaya denga omega-3 serta lemak tak jenuh ganda-dan tunggal. Kenari bahkan kaya serat yang baik untuk diet dan seperti minyak zaitun, merupakan sumber yang kaya lemak sehat. Hanya saja jangan terlalu mengonsumsi secara berlebihan sebab beresiko menaikkan asam urat.
Beri-berian. Beri biru raspberi, strawberi--apapun jenis beri yang anda gemari--sangat kaya zat anti peradangan yang akan mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker. Beri hitam dan biru khususunya, sangat luar biasa, namun semua beri sangat baik untuk kesehatan otot jantung.
Biji-bijian:Beri tubuh asupan serat dari biji-bijian, seperti kacang merah, kacang polong, kacang hijau. Mereka memiliki omega-3, kalsium dan serat larut air yang tinggi.
Bayam: Inilah makanan andalan Popeye, yang dapat anda andalkan pula. Bayam membantu detak jantung dalam kondisi terbaik, karena kandungan lutein, folat, potasium dan serat tinggi. Namun dengan menambah porsi bermacam sayuran, jelas mendorong kerja optimal jantung. Sebuah studi meneliti 15 ribu lelaki tanpa penyakit jantung selama 12 tahun. Mereka yang mengonsumsi sedikitnya dua setengah porsi sayur setiap hari ternyata memotong resiko penyakit jantung sebanyak 25 % dibanding dengan mereka yang tidak mengonsumsi sayur. Setiap tambahan porsi akan mengurangi resiko hingga 17 %. Lagi pula bayam cukup mudah dan murah di dapat di Indonesia. Tunggu apa lagi.
Lamtoro.Siapa sangka makanan khas masyarakat tradisional Indonesia memiliki khasiat tinggi. Makanan ini tinggi akan omega-3 plus omega-6. Sejumput lamtoro sangat baik untuk kesehatan jantung jangka panjang. Masukkan biji-biji kecil hijau kecoklatan itu bersama sayur dan masakan sehari-hari, kandungan nutrisi dalam lamtoro akan merawat jantung anda.
Kedelai. Kedelai tak kalah ampuh menekan kolesterol jahat, dan karena mengandung sedikit lemak jenuh, ini merupakan sumber makanan yang kaya protein untuk diet sehat bagi jantung. Kedelai dalam tempe, susu kedelai, tahu yang merupakan makanan rakyat, jangan absen dari meja makan. Namun tetap awasi kandungan garam dalam kedelai, beberapa proses pengolahan makanan menambahkan sodium yang akan menaikkan tekanan darah anda.
Sumber : republika.co.id
Baca Selengkapnya »»
Tampilkan postingan dengan label penyakit jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit jantung. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Oktober 2010
Rabu, 29 September 2010
Manfaat Minum Teh dan Kopi
Meminum kopi dan teh secara teratur ternyata mampu mengurangi resiko terkena penyakit jantung secara signifikan. Asupan dua minuman ini secara moderat mampu menurunkan peluang kematian akibat penyakit kardioivaskular hingga seperlima.
Selain manfaatnya mencegah penyakit jantung, minum kopi dan teh juga tidak meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti stroke.
Dr. Yvonne van der Schouw, profesor penyakit kronis di Pusat Kesehatan Universitas Utrecht Belanda mengungkapkan hasil sebuah studi yang digelar terhadap 37.514 orang selama 13 tahun untuk memantau penyakit jantung dan kematian.
Peneliti menemukan, mereka yang minum tiga-enam cangkir teh atau kopi, 45 persen lebih sedikit resikonya menderita masalah jantung dibandingkan mereka yang minum kopi atau teh kurang dari satu cangkir setiap hari.
Namun, bukan berarti meminum lebih banyak kopi akan membantu. Orang yang minum kopi atau teh lebih dari enam cangkir memiliki risiko terkena jantung sebanyak 36 persen. Kopi dan teh memiliki kandungan antioksidan yang mampu merusak radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Temuan yang diterbitkan dalam Arteriosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular: Journal of American Heart Association itu juga mencatat, perilaku kesehatan antara peminum kopi dan teh berbeda.
Peminum kopi lebih rentan untuk merokok dan menjalani diet yang kurang sehat dibandingkan para pecinta teh. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa teh dan kopi berkaitan dengan menurunnya risiko beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, diabetes, stres bahkan jerawat.
Ellen Mason, Pakar di Pusat Rehabilitasi Jantung Inggris menambahkan, minum kopi dan teh disertai gaya hidup sehat adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tetap optimal. "Minum kopi sambil merokok akan membatalkan manfaat positif. Begitu juga jika tidak berolahraga dan bergerak secara teratur," katanya seperti dimuat dalam Telegraph.
Kopi bukan satu-satunya cara untuk tingkatkan fokus bekerja. Anda juga bisa mendapatkan efek sama dengan minum teh dan tentunya lebih sehat. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan tim Unilever Research and Development Vlaardingen, Belanda.
"Para peneliti mulai mengumpulkan bukti pengaruh teh terhadap kemampuan kognitif dan konsentrasi. Efek tersebut ternyata berasal dari zat alami yang terkandung dalam teh yaitu kafein dan L-theanine," kata Suzanne Einother, peneliti dari Lipton Institute of Tea, Unilever Research and Development Vlaardingen, Belanda saat ditemui di Jakarta, 14 Juli 2010.
Selama ini teh memang dikenal memiliki banyak efek positif bagi kesehatan fisik. Seperti mengurangi risiko penyakit jantung, menstabilkan gula darah, mempercantik kulit dan masih banyak lagi. Selain itu yang wajib Anda tahu, minum teh juga bisa membuat pikiran lebih tenang dan meningkatkan konsentrasi. Kombinasi kafein dan L-theanine dalam teh adalah pemicunya.
"Kafein dikenal sebagai zat psikoaktif yang berdampak menstabilkan perasaan dan meningkatkan kemampuan kognitif dalam hal ini konsentrasi menjadi lebih baik. Lalu L-theanine juga merupakan zat psikoaktif yang memengaruhi aktivitas otak. Kombinasi keduanya membuat seseorang yang minum teh, konsentrasinya menjadi lebih baik," kata Suzanne.
Penelitian dilakukan pada pria dan wanita selama dua hari. Lalu, dilakukan secara terpisah dalam 6 hingga 14 hari. Para partisipan diberikan dua minuman yaitu teh yang tidak mengandung apa-apa dan teh yang mengandung 97 mg L-theanine serta 40 mg kafein.
Hasil penelitian menunjukkan partisipan yang meminum teh dengan L-theanine dan kafein konsentrasinya lebih baik. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam 4th Tea Science Symposium di Jakarta, 13 Juli 2010.
Kopi dan Teh sama-sama dianjurkan bagi para penderita diabetes atau penyakit gula. Pasalnya, seseorang yang minum kopi dan teh secara teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tersebut.
“Setiap cangkir kopi dan teh per hari, bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 7 persen," kata Rachel Huxley, kepala tim peneliti dari George Institute, International Health, Australia seperti vivanews kutip dari Care2.com.
Bahkan, minum kopi tiga hingga empat gelas per hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 25 persen, ketimbang hanya minum satu gelas saja. Fakta tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari George Institute, International Health, Australia.
Hal yang mengejutkan, bukan? Semuanya bukan hanya didasari oleh satu hasil penelitian saja, tetapi 18 penelitian dan melibatkan 450.000 orang. Karena terbukti dari banyak penelitian, fakta itu disebut "meta analisis"
Tim peneliti memperkirakan kandungan zat anti oksidan dan beberapa zat lain seperti magnesium, lignan dan asam kloronik, dalam kopi dan teh lah yang mengurangi risiko diabetes.
Selama ini, diabetes tipe dua yang disebabkan gaya hidup tidak sehat, memang sangat berbahaya. Tidak hanya menimbulkan komplikasi tetapi juga menjadi salah penyebab kematian tertinggi.
Tapi, selain berguna bagi pengidap diabetes, kopi juga bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit parkinson. Maka dari itu, mulai kini jadikanlah kopi dan teh sebagai minuman Anda setiap hari. Tentunya, pastikan kandungan gula didalamnya tidak terlalu tinggi.
Manfaat kopi bukan hanya sebagai minuman saja. Anda juga menggunakan kopi untuk merawat kulit. Butiran kopi bisa mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati. Sehingga, kulit menjadi lebih bersih.
Bagi Anda para pencinta kopi, aromanya yang khas juga bisa menimbulkan efek relaksasi. Untuk itu cobalah melulur kulit Anda dengan kopi. Untuk membuat lulur kopi sangat mudah. Persiapkan saja bahan-bahan berikut :
- 5 sendok teh kopi bubuk hitam
- 1 sendok teh garam atau gula
- 1 buah avokad
Campur semua bahan-bahan tersebut hingga rata. Kemudian, lulur seluruh kulit dan pijat secara perlahan. Diamkan lulur menempel selama 5 hingga 10 menit. Kemudian, madilah dengan air hangat. Kulit Anda pasti akan menjadi lebih bersih dan halus.
MINUM KOPI BERLEBIHAN
Kafein merupakan alkaloid yang mestimulasi otot dan sistem syaraf pusat serta menyerap dan mendistribusikannya dengan cepat ke seluruh tubuh. Setelah meminum kopi, biasanya peminumnya merasa kewaspadaan dan energinya meningkat, memperbaiki mood dan meningkatkan performa olahraga.
Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan akibat mengkonsumsi kopi secara berlebihan, termasuk sakit perut, sulit tidur (insomnia), gugup, sakit kepala, ketergantungan kafein dan keropos tulang.
Dehidrasi
Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Kafein mempengaruhi kerja ginjal yang berfungsi sebagai diuretik, dengan meningkatkan produksi urin dan mengurangi cairan tubuh. Berbagai hasil studi membuktikan ada keterkaitan antara kekurangan cairan dengan tingginya tingkat konsumsi kafein diatas 600 miligram per hari (enam-tujuh gelas perhari). Indikasi efek diuretik berbeda di setiap individu, namun secara umum konsumsi kafein yang aman sebanyak 300 miligram atau dua-tiga gelas per hari.
Tulang cepat keropos
Efek lain konsumsi kafein berlebihan akan mempengaruhi kesehatan tulang. Sebab, kafein meningkatkan produksi urin yang mengandung kalsium sebagai salahsatu komponennya. Kalsium memainkan peran penting untuk mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah keropos tulang (osteoporosis). Kondisi osteoporosis menunjukkan pengurangan massa tulang sehingga rawan patah. Bukti-bukti menunjukkan konsumsi kafein dan minuman yang mengandung kafein meningkatkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.
Efek ini sebagian besar ditemukan pada wanita yang memasuki masa menopause dengan konsumsi kafein tinggi. Sebagian besar penelitian menemukan konsumsi kafein yang tidak berlebihan tidak mengakibatkan kekeroposan tulang. Selain itu, asupan kalsium bisa melawan efek negatif akibat konsumsi kafein.
Mencegah kekeroposan tulang dilakukan dengan menambah susu dalam cangkir teh atau kopi. Minuman yang mengandung susu atau soda susu akan menjaga massa tulang. Ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari asupan kafein seperti kekurangan zat besi, kardiak arrhytmia, batu ginjal, dan osteoporosis.
Jika ingin mengurangi konsumsi minuman berkafein, gantilah minuman berkafein dengan air mineral atau minuman non-kafein lainnya. Berikut beberapa langkah yang bisa mengurangi konsumsi kafein.
1.Kurangi asupan kafein di bawah 300 miligram per hari
2.Makan makanan kaya kalsium, 1.200 miligram per hari dari sumber makanan rendah kalori, sayuran berwarna hijau tua, kacang kedelai, tofu, dan ikan kaleng dengan tulang lunak.
3.Tambahkan susu rendah lemak dalam minuman kopi atau campur kopi tanpa kafein dengan kopi berkafein.
4. Ganti minuman berkafein dengan air putih.
sumber : sirkulasi vivanews Baca Selengkapnya »»
Selain manfaatnya mencegah penyakit jantung, minum kopi dan teh juga tidak meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti stroke.
Dr. Yvonne van der Schouw, profesor penyakit kronis di Pusat Kesehatan Universitas Utrecht Belanda mengungkapkan hasil sebuah studi yang digelar terhadap 37.514 orang selama 13 tahun untuk memantau penyakit jantung dan kematian.
Peneliti menemukan, mereka yang minum tiga-enam cangkir teh atau kopi, 45 persen lebih sedikit resikonya menderita masalah jantung dibandingkan mereka yang minum kopi atau teh kurang dari satu cangkir setiap hari.
Namun, bukan berarti meminum lebih banyak kopi akan membantu. Orang yang minum kopi atau teh lebih dari enam cangkir memiliki risiko terkena jantung sebanyak 36 persen. Kopi dan teh memiliki kandungan antioksidan yang mampu merusak radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh.
Temuan yang diterbitkan dalam Arteriosklerosis, Trombosis, dan Biologi Vaskular: Journal of American Heart Association itu juga mencatat, perilaku kesehatan antara peminum kopi dan teh berbeda.
Peminum kopi lebih rentan untuk merokok dan menjalani diet yang kurang sehat dibandingkan para pecinta teh. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa teh dan kopi berkaitan dengan menurunnya risiko beberapa penyakit berbahaya seperti kanker, diabetes, stres bahkan jerawat.
Ellen Mason, Pakar di Pusat Rehabilitasi Jantung Inggris menambahkan, minum kopi dan teh disertai gaya hidup sehat adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tetap optimal. "Minum kopi sambil merokok akan membatalkan manfaat positif. Begitu juga jika tidak berolahraga dan bergerak secara teratur," katanya seperti dimuat dalam Telegraph.
Kopi bukan satu-satunya cara untuk tingkatkan fokus bekerja. Anda juga bisa mendapatkan efek sama dengan minum teh dan tentunya lebih sehat. Hal itu diketahui dari penelitian yang dilakukan tim Unilever Research and Development Vlaardingen, Belanda.
"Para peneliti mulai mengumpulkan bukti pengaruh teh terhadap kemampuan kognitif dan konsentrasi. Efek tersebut ternyata berasal dari zat alami yang terkandung dalam teh yaitu kafein dan L-theanine," kata Suzanne Einother, peneliti dari Lipton Institute of Tea, Unilever Research and Development Vlaardingen, Belanda saat ditemui di Jakarta, 14 Juli 2010.
Selama ini teh memang dikenal memiliki banyak efek positif bagi kesehatan fisik. Seperti mengurangi risiko penyakit jantung, menstabilkan gula darah, mempercantik kulit dan masih banyak lagi. Selain itu yang wajib Anda tahu, minum teh juga bisa membuat pikiran lebih tenang dan meningkatkan konsentrasi. Kombinasi kafein dan L-theanine dalam teh adalah pemicunya.
"Kafein dikenal sebagai zat psikoaktif yang berdampak menstabilkan perasaan dan meningkatkan kemampuan kognitif dalam hal ini konsentrasi menjadi lebih baik. Lalu L-theanine juga merupakan zat psikoaktif yang memengaruhi aktivitas otak. Kombinasi keduanya membuat seseorang yang minum teh, konsentrasinya menjadi lebih baik," kata Suzanne.
Penelitian dilakukan pada pria dan wanita selama dua hari. Lalu, dilakukan secara terpisah dalam 6 hingga 14 hari. Para partisipan diberikan dua minuman yaitu teh yang tidak mengandung apa-apa dan teh yang mengandung 97 mg L-theanine serta 40 mg kafein.
Hasil penelitian menunjukkan partisipan yang meminum teh dengan L-theanine dan kafein konsentrasinya lebih baik. Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam 4th Tea Science Symposium di Jakarta, 13 Juli 2010.
Kopi dan Teh sama-sama dianjurkan bagi para penderita diabetes atau penyakit gula. Pasalnya, seseorang yang minum kopi dan teh secara teratur dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit tersebut.
“Setiap cangkir kopi dan teh per hari, bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 7 persen," kata Rachel Huxley, kepala tim peneliti dari George Institute, International Health, Australia seperti vivanews kutip dari Care2.com.
Bahkan, minum kopi tiga hingga empat gelas per hari, bisa mengurangi risiko diabetes hingga 25 persen, ketimbang hanya minum satu gelas saja. Fakta tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim dari George Institute, International Health, Australia.
Hal yang mengejutkan, bukan? Semuanya bukan hanya didasari oleh satu hasil penelitian saja, tetapi 18 penelitian dan melibatkan 450.000 orang. Karena terbukti dari banyak penelitian, fakta itu disebut "meta analisis"
Tim peneliti memperkirakan kandungan zat anti oksidan dan beberapa zat lain seperti magnesium, lignan dan asam kloronik, dalam kopi dan teh lah yang mengurangi risiko diabetes.
Selama ini, diabetes tipe dua yang disebabkan gaya hidup tidak sehat, memang sangat berbahaya. Tidak hanya menimbulkan komplikasi tetapi juga menjadi salah penyebab kematian tertinggi.
Tapi, selain berguna bagi pengidap diabetes, kopi juga bisa mengurangi risiko stroke dan penyakit parkinson. Maka dari itu, mulai kini jadikanlah kopi dan teh sebagai minuman Anda setiap hari. Tentunya, pastikan kandungan gula didalamnya tidak terlalu tinggi.
Manfaat kopi bukan hanya sebagai minuman saja. Anda juga menggunakan kopi untuk merawat kulit. Butiran kopi bisa mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati. Sehingga, kulit menjadi lebih bersih.
Bagi Anda para pencinta kopi, aromanya yang khas juga bisa menimbulkan efek relaksasi. Untuk itu cobalah melulur kulit Anda dengan kopi. Untuk membuat lulur kopi sangat mudah. Persiapkan saja bahan-bahan berikut :
- 5 sendok teh kopi bubuk hitam
- 1 sendok teh garam atau gula
- 1 buah avokad
Campur semua bahan-bahan tersebut hingga rata. Kemudian, lulur seluruh kulit dan pijat secara perlahan. Diamkan lulur menempel selama 5 hingga 10 menit. Kemudian, madilah dengan air hangat. Kulit Anda pasti akan menjadi lebih bersih dan halus.
MINUM KOPI BERLEBIHAN
Kafein merupakan alkaloid yang mestimulasi otot dan sistem syaraf pusat serta menyerap dan mendistribusikannya dengan cepat ke seluruh tubuh. Setelah meminum kopi, biasanya peminumnya merasa kewaspadaan dan energinya meningkat, memperbaiki mood dan meningkatkan performa olahraga.
Walaupun begitu, ada beberapa kelemahan akibat mengkonsumsi kopi secara berlebihan, termasuk sakit perut, sulit tidur (insomnia), gugup, sakit kepala, ketergantungan kafein dan keropos tulang.
Dehidrasi
Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi tubuh. Kafein mempengaruhi kerja ginjal yang berfungsi sebagai diuretik, dengan meningkatkan produksi urin dan mengurangi cairan tubuh. Berbagai hasil studi membuktikan ada keterkaitan antara kekurangan cairan dengan tingginya tingkat konsumsi kafein diatas 600 miligram per hari (enam-tujuh gelas perhari). Indikasi efek diuretik berbeda di setiap individu, namun secara umum konsumsi kafein yang aman sebanyak 300 miligram atau dua-tiga gelas per hari.
Tulang cepat keropos
Efek lain konsumsi kafein berlebihan akan mempengaruhi kesehatan tulang. Sebab, kafein meningkatkan produksi urin yang mengandung kalsium sebagai salahsatu komponennya. Kalsium memainkan peran penting untuk mempertahankan kepadatan tulang dan mencegah keropos tulang (osteoporosis). Kondisi osteoporosis menunjukkan pengurangan massa tulang sehingga rawan patah. Bukti-bukti menunjukkan konsumsi kafein dan minuman yang mengandung kafein meningkatkan jumlah kalsium yang hilang dari tubuh.
Efek ini sebagian besar ditemukan pada wanita yang memasuki masa menopause dengan konsumsi kafein tinggi. Sebagian besar penelitian menemukan konsumsi kafein yang tidak berlebihan tidak mengakibatkan kekeroposan tulang. Selain itu, asupan kalsium bisa melawan efek negatif akibat konsumsi kafein.
Mencegah kekeroposan tulang dilakukan dengan menambah susu dalam cangkir teh atau kopi. Minuman yang mengandung susu atau soda susu akan menjaga massa tulang. Ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari asupan kafein seperti kekurangan zat besi, kardiak arrhytmia, batu ginjal, dan osteoporosis.
Jika ingin mengurangi konsumsi minuman berkafein, gantilah minuman berkafein dengan air mineral atau minuman non-kafein lainnya. Berikut beberapa langkah yang bisa mengurangi konsumsi kafein.
1.Kurangi asupan kafein di bawah 300 miligram per hari
2.Makan makanan kaya kalsium, 1.200 miligram per hari dari sumber makanan rendah kalori, sayuran berwarna hijau tua, kacang kedelai, tofu, dan ikan kaleng dengan tulang lunak.
3.Tambahkan susu rendah lemak dalam minuman kopi atau campur kopi tanpa kafein dengan kopi berkafein.
4. Ganti minuman berkafein dengan air putih.
sumber : sirkulasi vivanews Baca Selengkapnya »»
Label:
diabetes,
Info Makanan,
kafein,
kesehatan,
kulit,
minuman kopi,
penyakit jantung,
teh
Sabtu, 11 September 2010
Rambut sumber penyakit Jantung
Penelitian baru menunjukkan rambut kita bisa menjadi kunci untuk mengukur tingkat stres. Penelitian itu menemukan bahwa hormon stres kortisol bisa diukur dalam rambut, memberi perkiraan jangka panjang pertama dari stres kronis yang tidak mengandalkan ingatan seseorang. Kortisol tingkat tinggi dalam rambut dihubungkan dengan serangan jantung.
Para peneliti mengatakan, penemuan ini bisa memberi cara baru untuk meneliti stres kronis. Bila hasilnya bisa diulangi, tes bisa digunakan dokter untuk mengidentifikasi risiko tinggi orang terhadap penyakit jantung.
Rambut pada rambut anda mati, tetapi kantung rambut, atau akar hidup. Unsur seperti kortisol, yang bisa dilepaskan ke dalam aliran darah saat anda stres, bisa meresap ke dalam kantung rambut dari pembuluh darah kecil di kulit kepala. Seperti rambut tumbuh, jejak kortisol terjebak dalam poros, memberikan cara bagi para peneliti untuk mengukur hormon dari waktu ke waktu.
Karena rambut tumbuh kira-kira 1 cm per bulan, kebanyakan orang memiliki atas perkiraan tingkat kortisol pada rambut dalam waktu berbulan-bulan. Pengukuran kortisol dalam darah atau urin sebelumnya dapat merekam jumlah hormon hanya beberapa jam atau hari.
"(Rambut) memberitahu apa yang terjadi pada anda selama 10 bulan. Bahkan saya bisa melihat bagaimana hal-hal berubah setiap bulan," kata Gideon Koren, profesor ilmu kesehatan anak-anak dan ilmu racun dari University of Western Ontario, kepada LiveScience.
Koren, sebelumnya menggunakan contoh rambut untuk mengukur kandungan racun obat-obatan pada bayi yang ibunya menggunakan kokain dan heroin selama hamil.
Dia mempelajari bahwa rekan lainnya menggunakan metode yang mirip untuk mendeteksi steroid dalam binaragawan. Bila rambut bisa secara akurat mengukur steroid, itu mungkin juga mempertahankan hormon lain, seperti kortisol.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kortisol bertahan di rambut setidaknya selama enam bulan, dan dan dalam kasus beberapa ibu Peru, sampai 1.500 tahun.
Rambut dan serangan jantung
Koren dan koleganya mengambil contoh rambut dari 120 pria yang diperiksa di unit penyakit jantung Meir Medical Center di Israel. Setengah dari pria yang diperiksa mengalami serangan jantung, sementara setengahnya lagi didiagnosis menderita penyakit lain seperti nyeri dada dan infeksi. Hanya pria yang diteliti sebab serangan jantung lebih umum terjadi pada pria, dan karena perbedaan hormon antara pria dan wanita bisa tidak simetris dengan hasil.
Para peneliti menganalisis tingkat kortisol dalam 3 cm rambut yang terdekat dengan kulit kepala, mewakili hidup pasien selama tiga bulan terakhir. Mereka menemukan bahwa tingkat kortisol lebih tinggi pada pria yang mengalami serangan jantung dibanding pria yang memiliki penyakit lain.
Saat para peneliti membagi pria-pria itu dalam seperempat berdasarkan tingkat kortisol mereka, mereka menemukan bahwa pria yang memiliki tingkat terendah, 32 persen mengalami serangan jantung. Pada pria dalam seperempat kortisol teratas, jumlahnya meningkat menjadi 68 persen.
Hasilnya diadakan bahkan setelah mengontrol faktor risiko lain serangan jantung seperti tingkat kolesterol dan massa indeks tubuh. "Tentu saja, itu bukan satu-satunya, tetapi kortisol adalah faktor penentu penting dari infark miokard akut (istilah teknis untuk serangan jantung)," kata Koren.
Koren memperingatkan, hasilnya perlu diulangi dengan pasien dalam jumlah besar sebelum mengetes kortisol rambut berlaku. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kortisol dalam rambut sesuai dengan tingkat kortisol dalam darah, tetapi Koren dan koleganya belum yakin bila hasil mereka akan diterapkan pada wanita. Mereka juga tidak mengetes apakah tingkat kortisol rambut sesuai dengan perasaan stres seseorang yang subyektif.
Koren mengatakan, bagaimanapun juga bila tes berhasil, itu bisa menjadi cara non-invasif untuk mengukur stres sepanjang waktu, itu penting karena ingatan stres jangka panjang orang-orang tidak selalu bisa diandalkan.
"Itu bisa menjadi alat lain bagi kita, bila mungkin dilakukan dan tidak mahal. Kita perlu memiliki penelitian bagus yang sangat menghubungkan hubungan antara stres dan kemudian masalah kejiwaan pada wanita dengan tahap reproduksi kehidupan berbeda," kata Alicja Fishell, seorang psikiater di Women's College Hospital di Toronto, Kanada.
Fisnell pernah bekerja sama dengan Koren sebelumnya tetapi tidak terlibat dalam penelitian saat ini. Dia mengatakan penemuan suatu hari nanti bisa terbukti berguna untuk meneliti dalam bidangnya, kesehatan reproduksi, karena efek stres kronis pada wanita hamil dan janin tidak dipahami dengan baik. (republika) Baca Selengkapnya »»
Para peneliti mengatakan, penemuan ini bisa memberi cara baru untuk meneliti stres kronis. Bila hasilnya bisa diulangi, tes bisa digunakan dokter untuk mengidentifikasi risiko tinggi orang terhadap penyakit jantung.
Rambut pada rambut anda mati, tetapi kantung rambut, atau akar hidup. Unsur seperti kortisol, yang bisa dilepaskan ke dalam aliran darah saat anda stres, bisa meresap ke dalam kantung rambut dari pembuluh darah kecil di kulit kepala. Seperti rambut tumbuh, jejak kortisol terjebak dalam poros, memberikan cara bagi para peneliti untuk mengukur hormon dari waktu ke waktu.
Karena rambut tumbuh kira-kira 1 cm per bulan, kebanyakan orang memiliki atas perkiraan tingkat kortisol pada rambut dalam waktu berbulan-bulan. Pengukuran kortisol dalam darah atau urin sebelumnya dapat merekam jumlah hormon hanya beberapa jam atau hari.
"(Rambut) memberitahu apa yang terjadi pada anda selama 10 bulan. Bahkan saya bisa melihat bagaimana hal-hal berubah setiap bulan," kata Gideon Koren, profesor ilmu kesehatan anak-anak dan ilmu racun dari University of Western Ontario, kepada LiveScience.
Koren, sebelumnya menggunakan contoh rambut untuk mengukur kandungan racun obat-obatan pada bayi yang ibunya menggunakan kokain dan heroin selama hamil.
Dia mempelajari bahwa rekan lainnya menggunakan metode yang mirip untuk mendeteksi steroid dalam binaragawan. Bila rambut bisa secara akurat mengukur steroid, itu mungkin juga mempertahankan hormon lain, seperti kortisol.
Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kortisol bertahan di rambut setidaknya selama enam bulan, dan dan dalam kasus beberapa ibu Peru, sampai 1.500 tahun.
Rambut dan serangan jantung
Koren dan koleganya mengambil contoh rambut dari 120 pria yang diperiksa di unit penyakit jantung Meir Medical Center di Israel. Setengah dari pria yang diperiksa mengalami serangan jantung, sementara setengahnya lagi didiagnosis menderita penyakit lain seperti nyeri dada dan infeksi. Hanya pria yang diteliti sebab serangan jantung lebih umum terjadi pada pria, dan karena perbedaan hormon antara pria dan wanita bisa tidak simetris dengan hasil.
Para peneliti menganalisis tingkat kortisol dalam 3 cm rambut yang terdekat dengan kulit kepala, mewakili hidup pasien selama tiga bulan terakhir. Mereka menemukan bahwa tingkat kortisol lebih tinggi pada pria yang mengalami serangan jantung dibanding pria yang memiliki penyakit lain.
Saat para peneliti membagi pria-pria itu dalam seperempat berdasarkan tingkat kortisol mereka, mereka menemukan bahwa pria yang memiliki tingkat terendah, 32 persen mengalami serangan jantung. Pada pria dalam seperempat kortisol teratas, jumlahnya meningkat menjadi 68 persen.
Hasilnya diadakan bahkan setelah mengontrol faktor risiko lain serangan jantung seperti tingkat kolesterol dan massa indeks tubuh. "Tentu saja, itu bukan satu-satunya, tetapi kortisol adalah faktor penentu penting dari infark miokard akut (istilah teknis untuk serangan jantung)," kata Koren.
Koren memperingatkan, hasilnya perlu diulangi dengan pasien dalam jumlah besar sebelum mengetes kortisol rambut berlaku. Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kortisol dalam rambut sesuai dengan tingkat kortisol dalam darah, tetapi Koren dan koleganya belum yakin bila hasil mereka akan diterapkan pada wanita. Mereka juga tidak mengetes apakah tingkat kortisol rambut sesuai dengan perasaan stres seseorang yang subyektif.
Koren mengatakan, bagaimanapun juga bila tes berhasil, itu bisa menjadi cara non-invasif untuk mengukur stres sepanjang waktu, itu penting karena ingatan stres jangka panjang orang-orang tidak selalu bisa diandalkan.
"Itu bisa menjadi alat lain bagi kita, bila mungkin dilakukan dan tidak mahal. Kita perlu memiliki penelitian bagus yang sangat menghubungkan hubungan antara stres dan kemudian masalah kejiwaan pada wanita dengan tahap reproduksi kehidupan berbeda," kata Alicja Fishell, seorang psikiater di Women's College Hospital di Toronto, Kanada.
Fisnell pernah bekerja sama dengan Koren sebelumnya tetapi tidak terlibat dalam penelitian saat ini. Dia mengatakan penemuan suatu hari nanti bisa terbukti berguna untuk meneliti dalam bidangnya, kesehatan reproduksi, karena efek stres kronis pada wanita hamil dan janin tidak dipahami dengan baik. (republika) Baca Selengkapnya »»
Label:
hidup sehat,
kesehatan rambut,
penyakit jantung,
rambut,
stress
Langganan:
Postingan (Atom)