Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 September 2010

Arak Dalam Masakan

Jika kita dihadapkan pada segelas minuman keras, baik bir, wine atau whiski, umat muslim akan sepakat mengatakan tidak. Minuman itu adalah minuman haram yang tidak boleh diminum.
Tetapi ketika dihadapkan pada sepiring masakan tumis yang berbau harum dan rasanya enak, kita mungkin akan melahapnya dengan tanpa beban. Padahal ada kemungkinan masakan itu menggunakan arak sebagai salah satu bumbunya.
Penggunaan arak dalam masakan sepertinya sudah melekat, sulit dipisahkan. Banyak kegunaan yang diharapkan dari barang haram tersebut.
Kegunaan pertama adalah melunakkan jaringan daging. Para juru masak meyakini bahwa daging yang direndam dalam arak akan menjadi empuk dan enak. Oleh karena itu daging yang akan dipanggang atau dimasak dalam bentuk tepanyaki seringkali direndam dalam arak.
Selain itu arak juga menghasilkan aroma dan flavor yang khas, yang oleh para juru masak dianggap dapat mengundang selera. Aroma itu muncul pada saat masakan dipanggang, ditumis, digoreng, atau jenis masakan lainnya.
Munculnya arak itu memang menjadi salah satu ciri masakan Cina, Jepang, Korea dan masakan lokal yang berorientasi pada arak.
Jenis arak yang digunakan dalam berbagai masakan itu bermacam-macam, ada arak putih (Pek Be Ciu), arak merah (Ang Ciu), arak mie (Kue Lo Ciu), arak gentong, dan lain-lain.
Produsennya pun beragam, ada yang diimpor dari Cina, Jepang, Singapura bahkan banyak pula buatan lokal dengan menggunakan perasan tape ketan yang difermentasi lanjut (anggur tape). Penggunaan arak ini pun beragam, mulai dari restoran besar, restoran kecil bahkan warung-warung tenda yang buka di pinggir jalan.
Arak Terselubung
Keberadaan arak ini masih jarang diketahui oleh masyarakat. Sementara itu ada kesalahan pemahaman di kalangan pengusaha atau juru masak yang tidak menganggap arak sebagai sesuatu yang haram.
Kalau tentang daging babi, mungkin sudah cukup dipahami berbagai kalangan bahwa masakan itu dilarang bagi kaum muslim. Meskipun ada sebagian masyarakat yang melanggarnya, tetapi kebanyakan pengelola restoran tahu bahwa hal itu tidak boleh dijual untuk orang muslim
Lain halnya dengan arak. Sebagian besar kalangan pengelola restoran tidak menganggap bahan masakan itu haram hukumnya. Apalagi dalam proses pemasakannnya arak tersebut sudah menguap dan hilang. Sehingga muncul anggapan bahwa masakan yang menggunakan arak itu tidak apa-apa bagi umat Islam.
Anggapan tersebut tentu saja salah. Dalam Islam hukum mengenai arak atau khamr sudah cukup jelas, yaitu haram. Bukan saja mengkonsumsinya tetapi juga memproduksinya, mengedarkannya, menggunakan manfaatnya, bahkan menolong orang untuk memanfaatkannya.
Nah, ini tentunya menjadi peringatan bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam membeli masakan, sekaligus juga menjadi perhatian bagi para pengelola restoran yang menjual produknya kepada masyarakat umum agar tidak menggunakan arak.
Masakan yang biasa menggunakan arak ini adalah jenis tumisan, daging panggang dan masakan semi basah. Aroma yang muncul dari arak itu kemudian dipadukan dengan berbagai bumbu-bumbuan yang lain, sehingga memunculkan flavor yang enak dan mengundang selera.
Beberapa pihak yang menyadari akan haramnya arak ini mencoba mencari alternatif lain. Misalnya dengan air jeruk limau atau kecap kedelai dengan aroma tertentu. Tetapi beberapa alternatif itu selalu ditolak produsen dan para juru masak. Menurut mereka, aroma yang muncul berbeda dengan yang ditimbulkan oleh arak masak. Kalau rasa dan aroma arak yang diinginkan muncul, memang sulit digantikan.
Arak adalah sebuah minuman yang memiliki aroma dan rasa khas yang tidak dimiliki minuman atau bahan lain. Jadi haramnya arak sebenarnya bukan semata-mata kandungan alkoholnya saja, tetapi juga seluruh komponen yang ada di dalamnya. Rasa khas itulah yang menyebabkan konsumen fanatik menjadi ketagihan dan menimbulkan efek kecanduan.
Kecintaan manusia terhadap arak ini menyebabkan tuntutan agar masakan-masakan lain pun memiliki aroma dan rasa yang mengandung arak. Maka muncullah berbagai arak yang dikhususkan untuk masakan. Arak masak ini sebenarnya memang berbeda dengan arak yang biasa diminum sebagai minuman keras.
Di dalam arak masak ini biasanya sudah ditambahkan beberapa bumbu yang menyebabkannya memiliki rasa yang berbeda. Akan tetapi hakikat arak tetap melekat pada bahan tersebut. Ia juga adalah hasil proses fermentasi yang menghasilkan minuman keras, kemudian dimodifikasi dengan bumbu-bumbu tertentu.
Dilihat dari proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakannya, maka meskipun berbeda, namun status kehalalannya akan tetap sama dengan arak sebagai minuman keras.
Kandungan alkoholnyapun, kalau ini dijadikan sebuah indikator, tetaplah tinggi. Dari hasil analisa terhadap beberapa arak masak yang beredar, kandungan alkoholnya berkisar antara 5 hingga 10%.
Penggunaan arak dalam masakan memang sangat sedikit. Paling-paling hanya ditaburkan beberapa tetes saja. Tetapi kalau statusnya sudah menjadi khamer, maka berlaku kaidah “yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya juga haram”. Oleh karena itu sesedikit apapun penggunaan arak dalam masakan, maka hukumnya akan tetap haram. (LPPOM MUI) Baca Selengkapnya »»

Alternatif Alkohol dalam Masakan

Tidak sedikit masakan yang mungkin pernah kita konsumsi mempergunakan alkohol sebagai bahan campurannya. Seafood, Japannese Food dan European Food adalah beberapa jenis masakan tak dapat dipisahkan dari bahan ini.
Alasan agar mendapatkan rasa yang khas dan seni memasak agaknya menjadi pertimbangan penggunaan bahan ini. Sebagai kaum muslim, penggunaan alkohol dalam masakan hukumnya adalah haram.
Sekarang anda tidak perlu risau, sebab banyak bahan pengganti alkohol yang halal dan dapat dipergunakan dalam masakan. Selain halal, penggunaan bahan pengganti ini ternyata tidak mengurangi kelezatan masakan.
1.  Apple Brandy
Bahan ini dapat digantikan dengan jus apel tanpa pemanis. Rasanya tidak sama dengan Brandy, akan tetapi anda akan mendapatkan aroma yang sama.
2.   Brandy
Sirup buah cerry yang sangat kental atau selai cerry dapat mengganti bahan ini.
3.  White wine
Dapat diganti dengan jus anggur, sari buah apel, kaldu sayuran maupun air biasa.
4. Red Wine
Red wine sangat cocok diganti dengan jus anggur, jus cranberry dan jus tomat.
5.  Muscat
Jenis minuman ini dapat diganti dengan jus anggur yang ditambah dengan air dan gula putih.
6.  Vodka
Sari buah apel atau jus anggur yang dicampur dengan perasan jeruk nipis adalah alternatif yang dapat anda gunakan sebagai pengganti vodka.
7.  Bourbon
Rasa manisnya dapat diganti dengan ekstrak vanilla, jus cranberry atau jus anggur.
8. Mirin
Jus anggur yang dicampur dengan perasan air jeruk lemon dapat menggantikan karakter rasa dan aroma dari minuman asal Jepang ini.
9.   Ang Ciu
Arak merah asal Cina ini dapat diganti dengan campuran kecap asin dan perasan jeruk limau.

(Ah/ LPPOM MUI) Baca Selengkapnya »»

Jumat, 03 September 2010

Manfaat buah kiwi

Buah kiwi buah yang mungil Bentuknya lonjong, berwarna coklat, kulitnya berambut, jika dibelah daging buahnya berwarna hijau dan juga ada yang gold ‘kuning’.

Buah yang Rendah Lemak & Kaya Serat, padat gizi dan Tinggi Vitamin & Mineral sebaiknya dimakan saat segar.
Tekstur buah kiwi lunak dan banyak mengandung air. Karenanya kiwi sangat mudah rusak, baik kerusakan fisik maupun kimiawi. Kandungan vitamin dan mineral sangat mudah rusak jika terkena panas. Seperti vitamin C, karenanya disarankan untuk mengkonsumsi buah kiwi dalam keadaan segar.

Buah Kiwi ini berasal dari China, dikenal dengan nama Chinese gooseberry. Tetapi lebih terkenal dengan ‘Buah Selandia Baru’
Buah ini dibawa ke Selandia Baru sekitar awal abad 20 oleh kepala sekolah Wanganui Girls College, Isabel Fraser.

Peneliti dari Health Science Zespri Internasional dari New Zealand, Lynley Drummond mengatakan buah kiwi sarat gizi. Bermanfaat sebagai sumber vitamin, mineral dan antioksidan yang tinggi.
“Buah kiwi juga sarat phytonutrients yang baik bagi kesehatan, karena akan menghasilkan polyphenols sebagai antioksidan bagi tubuh, enzim untuk pencernaan dan karotenoids yang bermanfaat sebagai antioksidan dan kesehatan mata,” tuturnya.

“Kandungan antioksidan dalam buah juga dapat membantu imunitas tubuh mengatasi radikal bebas berlebih dengan memberikan donor elektron. Sebenarnya, radikal bebas dapat dianggap sebagai amunisi untuk melumpuhkan penyakit yang disebabkan virus atau bakteri. Namun jika terlalu banyak bisa berbahaya,” jelas Inge, Dokter Spesialis Gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Inge Permadhi MS, SpGK.

Dr Fiastuti Witjaksono, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo , mengatakan buah kiwi jenis Gold mengandung vitamin E lebih banyak dibanding buah lainnya. “Kandungannya mencapai 1,49 miligram per 100 gram,” kata dia dalam sebuah workshop di Jakarta, Selasa lalu. Sedangkan kiwi jenis Green, memiliki kandungan vitamin E sedikit lebih rendah, yakni 1,46 miligram per 100 gram.

“Oksidasi menyebabkan kerusakan sel. Efeknya bisa berupa penuaan dini, penyakit kardiovaskuler dan kanker. Konsumsi buah kiwi secara teratur dapat berfungsi sebagai elemen pembantu penyembuhan penyakit kanker. Antioksidannya melindungi tubuh dari radikal bebas dan mencegah kerusakan sel” lanjut dr. Fiastuti Witjakson.

Kiwi

Dr. Fiastuti bahkan mengatakan secara tidak langsung kiwi dalam dosis tinggi dapat menyembuhkan penyakit kanker sehingga bisa digunakan untuk melengkapi metode-metode pengobatan kanker lainnya seperti kemoterapi dan radioterapi.”Kiwi termasuk dalam buah-buahan yang secara spesifik memiliki zat anti-kanker. Kiwi memiliki klorofil unik pencegah kanker dan beta karotena dalam daging buahnya,” terang Fiastuti.

Selain itu, kiwi mengandung karote-noid. Zat tersebut biasa terdapat pada buah berwarna merah atau kuning. Karo-tenoid berperan pada proses degenerasi sel di mata akibat oksidasi. Karotenoid pada kiwi akan menghasilkan lutein yang bersifat menghambat oksidasi sel mata.”Dengan mengonsumsi kiwi secara teratur, katarak yang ditimbulkan oksidasi pada sel mata bisa dicegah,” imbuh Fiastuti.Zat antioksidan lain pada kiwi adalah vitamin C dan E/Keduanya berada dalam kadar yang cukup tinggi sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh akan kedua vitamin itu.

Sumber: Berbagai Sumber Baca Selengkapnya »»

Manfaat buah Alpukat

Buah yang satu ini cukup rame di Indonesia dan mudah untuk mendapatkannya. Bahkan di pasar dan di toko - toko buah banyak yang menjualnya. Cara penyajian untuk buah ini juga tergolong bervariasi ada yang dibuat jus Alpukat, Es Teler, Es Buah dan tentu saja avocado cake. Kehadiran buah ini banyak diminati orang, dari anak kecil sampai orang dewasa.

Manfaat Alpukat dari buah ini banyak sekali, diantaranya :

Buah yang berwarna hijau ini dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol, asal di konsumsi dengan tepat. Jika alpukat dicampur dengan gula dan susu tentu saja menjadikan hidangan yang berlemak tinggi, tetapi jika dikonsumsi hanya alpukatnya saja tanpa tambahan lainnya, maka lemak yang tak jenuh yang justru membuat buah ini bermanfaat untuk tubuh.

Jangan kuatir, sebenarnya sebagian besar lemak yang terkandung dalam alpokat adalah lemak tak jenuh tunggal, lemak yang bisa menurunkan kadar kolesterol. Alpukat juga tinggi akan beta-sitosterol, bahan alami yang menghalangi penyerapan kolesterol dari makanan.

Sedangkan kandungan Nutrisi dalam Alpukat :

1. Monounsaturated fat
2. Mineral, khususnya iron, copper, potassium dan sodium
3. Antioxidants, terutama vitamins A, C and E, serta lutein
4. Vitamin B6
5. Folic acid
6. Potassium
7. Sterols

Untuk menkonsumsi buah ini gak terlalu sulit cukup dengan cara :

Potong alpukat menjadi lima bagian, setiap bagian mengandung ± 75 kalori atau setara dengan setengah sendok mayonais. Gunakan alpukat untuk menggantikan makanan berlemak dalam diet anda, bukan mencampur dengan bahan berlemak lainnya.

Beli alpukat harus hati - hati selain umur buah ini gak tahan lama karena suka cepat membusuk di tempat yang lembab. cara memilih buah alpukat :

Sebaiknya pilih alpukat yang baik dan matang. Untuk memilih alpukat, genggam beberapa alpukat, pilih yang lebih berat dari beberapa alpukat dengan ukuran yang sama. Untuk mengetahui alpukat telah siap dikonsumsi, tarik gagangnya, jika gagangnya mudah terlepas tandanya alpukat telah siap untuk dikonsumsi.

Cara Penyimpanan

Jika alpukat masih keras (mentah) jangan disimpan di dalam lemari es, karena akan memperlambat proses pemasakan. Simpan di dapur atau simpan alpukat dalam kantong kertas.agar cepat masak.

Untuk menyimpan alpukat yang telah dibelah, buang bijinya untuk mencegah warna alpukat menjadi coklat. Simpan dalam wadah plastik, bisa juga di perciki air jeruk lemon dan tutup serapat mungkin. Masukkan ke dalam lemari es.

Referensi : Dari berbagai sumber Baca Selengkapnya »»