Kehadiran virus W32/VBWorm.BEUA atau yang lebih dikenal sebagai virus shortcut yang mengeksploitasi celah keamanan terbilang cukup meresahkan. Sebab, meski berlabel virus lokal, ia tidak hanya memanfaatkan keteledoran pengguna. Namun telah 'naik kelas' dengan menerobos celah keamanan Windows.
Simak 8 langkah praktis untuk mendepak virus yang mampu mengubah folder yang ada di dalam USB flash disk menjadi shortcut tersebut, menurut Adang Jauhar Taufik, analis dari Vaksincom:
1. Nonaktifkan 'System Restore' untuk sementara selama proses pembersihan.
2. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan tools 'Ice Sword'. Setelah tools tersebut terinstal, pilih file yang mempunyai icon 'Microsoft Visual Basic Project' kemudian klik 'Terminate Process'. Silahkan download tools tersebut di http://icesword.en.softonic.com/
4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus dengan cara:
-. Klik menu [Start]
-. Klik [Run]
-. Ketik REGEDIT.exe, kemudian klik tombol [OK]
-. Pada aplikasi Registry Editor, telusuri key [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
-. Kemudian hapus key yang mempunyai data [C:\Document and Settings\%user%].
5. Disable autoplay/autorun Windows. Copy script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, install file tersebut dengan cara: Klik kanan REPAIR.INF --> INSTALL
[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom
[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del
[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255
6. Hapus File induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus termasuk di flash disk. Untuk mempercepat proses pencarian, Anda dapat menggunakan fungsi 'Search'. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan semua file yang tersembunyi dengan mengubah pada setting Folder Options.
Jangan sampai terjadi kesalahan pada saat menghapus file induk maupun file duplikat yang telah dibuat oleh virus. Lalu hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:
-. Icon 'Microsoft Visual Basic Project'.
-. Ukuran File 128 KB (untuk varian lain akan mempunyai ukuran yang bervariasi).
-. Ekstesi file '.EXE' atau '.SCR'.
-. Type file 'Application' atau 'Screen Saver'.
Kemudian hapus File duplikat shortcut yang mempunyai ciri-ciri:
>. Icon Folder atau icon
>. Ekstensi .LNK
>. Type File 'Shortcut'
>. Ukuran file 1 KB
Hapus juga file yang .DLL (contoh: ert.dll) dan file Autorun.inf di flash disk atau folder yang di-share. Sementara untuk menghindari virus tersebut aktif kembali, hapus file induk yang mempunyai ekstensi EXE atau SCR terlebih dahulu baru kemudian hapus file Shortcut (.LNK).
7. Tampilkan kembali folder yang telah disembunyikan oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut, silahkan download tools UnHide File and Folder di http://www.flashshare.com/bfu/download.html.
Setelah diinstall, pilih direktori [C:\Documents and settings] dan folder yang ada di flash disk dengan cara menggeser ke kolom yang sudah tersedia. Pada menu [Attributes] kosongkan semua pilihan yang ada, kemudian klik tombol [Change Attributes].
8. Install security patch 'Microsoft Windows Shell shortcut handling remote code execution vulnerability-MS10-046'. Silakan download security patch tersebut di http://www.microsoft.com/technet/security/Bulletin/MS10-046.mspx
Seperti biasa, untuk pembersihan secara optimal dan menecegah infeksi ulang, sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik.
sumber : detiknet
Baca Selengkapnya »»
Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label windows. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 September 2010
Sabtu, 18 September 2010
Melacak Virus dalam Komputer
Dengan semakin canggihnya komputer, dunia trobleshooting komputer bukan lagi dikeluhkan dengan hardware yang rewel. Namun kebanyakan komputer yang didiagnosis rusak oleh pemiliknya hanya kerusakan software yang notabene karena ulah virus-virus nakal.
Melacak virus dalam komputer
Pertama, virus yang saya buat harus sulit dilacak. Untuk melakukan hal ini programmer bisa mematikan fungsi Folder Options windows explorer dan Run. Jadi, diagnosanya sangat mudah. Lihat saja menu Folder Option ada atau tidak. Kalau ada, masih berfungsi dengan baik atau tidak. Apabila Folder Options tidak ada atau tidak berfungsi secara normal berarti komputer sudah suspect terinfeksi virus. Selanjutnya adalah cek kotak dialog Run. Kalo tidak ada berarti kemungkinan juga suspect terinfeksi virus.
Kedua, akses ke file virus saya harus saya matikan. Untuk melakukan hal ini si pembuat virus bisa men-disable Task Manager windows karena di sana terdapat Proccess Explorer yang kemungkinan bisa digunakan oleh pemilik komputer untuk mematikan proses virusnya yang sedang berjalan. Untuk mengakses file virus juga bisa dilakukan melalui start up manager melalui msconfig windows. Intinya jika kedua program di atas tidak berjalan atau berjalan dengan tidak normal, berarti komputer mungkin suspect terinveksi virus.
Ketiga, untuk berjaga-jaga, jangan percaya pada apa yang Anda lihat pada file komputer, kecuali Anda benar-benar yakin apa yang Anda lakukan. Apa maksudnya? Maksudnya, virus bisa menipu orang awam dengan tampilan default windows. Misalnya, folder berwarna kuning, file .doc bergambar huruf W, dll. Untuk itu periksa benar-benar file yang akan Anda buka. Kalau ada yang tidak normal, seperti file bergambar huruf W kok berekstensi .exe atau file gambar berekstensi .exe itu adalah virus yang sedang menyamar.
Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan pencerahan kepada orang yang belum tahu dan bermanfaat bagi siapa saja. (fuddincute) Baca Selengkapnya »»
Melacak virus dalam komputer
Pertama, virus yang saya buat harus sulit dilacak. Untuk melakukan hal ini programmer bisa mematikan fungsi Folder Options windows explorer dan Run. Jadi, diagnosanya sangat mudah. Lihat saja menu Folder Option ada atau tidak. Kalau ada, masih berfungsi dengan baik atau tidak. Apabila Folder Options tidak ada atau tidak berfungsi secara normal berarti komputer sudah suspect terinfeksi virus. Selanjutnya adalah cek kotak dialog Run. Kalo tidak ada berarti kemungkinan juga suspect terinfeksi virus.
Kedua, akses ke file virus saya harus saya matikan. Untuk melakukan hal ini si pembuat virus bisa men-disable Task Manager windows karena di sana terdapat Proccess Explorer yang kemungkinan bisa digunakan oleh pemilik komputer untuk mematikan proses virusnya yang sedang berjalan. Untuk mengakses file virus juga bisa dilakukan melalui start up manager melalui msconfig windows. Intinya jika kedua program di atas tidak berjalan atau berjalan dengan tidak normal, berarti komputer mungkin suspect terinveksi virus.
Ketiga, untuk berjaga-jaga, jangan percaya pada apa yang Anda lihat pada file komputer, kecuali Anda benar-benar yakin apa yang Anda lakukan. Apa maksudnya? Maksudnya, virus bisa menipu orang awam dengan tampilan default windows. Misalnya, folder berwarna kuning, file .doc bergambar huruf W, dll. Untuk itu periksa benar-benar file yang akan Anda buka. Kalau ada yang tidak normal, seperti file bergambar huruf W kok berekstensi .exe atau file gambar berekstensi .exe itu adalah virus yang sedang menyamar.
Semoga tulisan singkat ini bisa memberikan pencerahan kepada orang yang belum tahu dan bermanfaat bagi siapa saja. (fuddincute) Baca Selengkapnya »»
Langganan:
Postingan (Atom)